BANYU POS JAKARTA. PT Bumi Resources TBk (BUMI) mengumumkan kinerja kuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Terdapat dua versi laporan keuangan BUMI, yakni versi PSAK111 dan versi konsolidasi yang menggabungkan aset Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia.
Dalam laporan keuangan PSAK 111, BUMI mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 27,9% year on year (yoy) menjadi US$ 866,8 juta pada semester I-2026.
Kenaikan ini diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba usaha sebesar 50,3% yoy menjadi US$ 83,1 juta dan laba sebelum pajak sebesar 102,5% yoy menjadi US$ 104,3 juta.
Margin usaha BUMI juga tumbuh dari 8,2% pada semester I-2025 menjadi 9,6% pada semester I-2026.
Pendapatan dan Laba Bersih Bumi Resources (BUMI) Kompak Meningkat di Kuartal I-2026
Ekspansi margin ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan serta perbaikan signifikan pada efisiensi penambangan, dengan strip ratio membaik menjadi 7,5 kali dari 8,1 kali dan volume pengupasan tanah penutup (overburden) relatif stabil secara tahunan.
Hal ini menunjukkan bahwa BUMI berhasil memproduksi lebih banyak batubara tanpa peningkatan volume pengupasan tanah penutup yang signifikan.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BUMI naik 188,4% yoy menjadi US$ 58,9 juta pada semester I-2026 berhasil melampaui pertumbuhan laba bersih secara keseluruhan.
BUMI Chart by TradingView
Hal ini sebagian mencerminkan kontribusi laba tambahan dari aset BUMI di Australia, yang belum menjadi bagian dari basis pembanding pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, secara konsolidasi, pendapatan BUMI tumbuh 13% yoy menjadi US$ 2,6 miliar pada semester I-2026.
Hasil RUPST: Bumi Resources (BUMI) Putuskan Tidak Bagi Dividen, Ini Alasannya
Hasil ini diikuti oleh kenaikan laba usaha sebesar 89,2% yoy menjadi US$ 217,2 juta dan lonjakan laba sebelum pajak sebesar 105,1% yoy menjadi US$ 181,6 juta.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas BUMI juga meningkat 188,7% yoy menjadi US$ 58,9 juta.
BUMI turut melaporkan volume produksi dan penjualan meningkat secara tahunan, dengan batubara yang ditambang naik 7,1% yoy menjadi 38,5 juta ton dan penjualan batubara meningkat 11,7% yoy menjadi 38,8 juta ton pada semester I-2026.
“Pertumbuhan penjualan yang melampaui produksi mencerminkan tingkat penjualan yang tetap kuat, dengan persediaan menurun menjadi 1,7 juta ton dari 2,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Manajemen BUMI dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Harga FOB rata-rata BUMI pulih 2,6% yoy secara tahunan menjadi US$ 62,9 per ton pada akhir semester I-2026. Angka ini juga di atas target panduan perusahaan.
Penjualan batubara BUMI pada semester I-2026 tercatat sebesar 38,8 juta ton atau tumbuh 11,7% yoy. Hasil ini mewakili sekitar setengah dari target penjualan tahunan perusahaan, sehingga BUMI tetap berada pada jalur pencapaian target 2026.
Simak Prospek Bumi Resources (BUMI) Usai Labanya Meningkat
Sebagai catatan, BUMI memasang target kinerja volume penjualan sekitar 82–84 juta ton pada 2026. BUMI juga memproyeksikan harga rata-rata batubara yang diproduksinya sekitar US$ 60–US$ 62 per ton serta biaya produksi sekitar US$ 42–US$ 44 per ton pada tahun ini.
“Bumi Resources tetap berfokus pada keberlanjutan perbaikan operasional yang telah dicapai pada semester I-2026, menjaga disiplin alokasi modal, serta memajukan strategi diversifikasi, termasuk integrasi aset yang baru diakuisisi di Australia, guna membangun ketahanan jangka panjang terhadap siklus komoditas,” pungkas Manajemen BUMI.




