BANYU POS JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merilis laporan keuangan konsolidasi tidak diaudit untuk enam bulan pertama tahun 2026. Pada periode semester I-2026, pendapatan bersih BRPT meningkat 76,1% year on year (yoy) menjadi US$ 5,69 miliar.
Hasil ini dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan dari segmen petrokimia sebanyak 83,6% yoy menjadi US$ 5,35 miliar pada semester I-2026.
Pada saat yang sama, pendapatan dari segmen energi tumbuh 11,3% yoy menjadi US$ 334 juta. Sebaliknya, pendapatan segmen lainnya berkurang 80% yoy menjadi US$ 3 juta.
Di sisi lain, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk BRPT menyusut 64,8% yoy menjadi US$ 190 juta pada semester I-2026. EBITDA BRPT juga menurun 45,1% yoy menjadi US$ 1,08 miliar.
Barito Pacific (BRPT) Bagi Dividen Lagi Setelah Vakum 1 Tahun, Segini Besarannya
Direktur Utama BRPT Agus Pangestu mengatakan, semester I-2026 masih diwarnai oleh situasi global yang bergejolak, dengan ketidakpastian dinamika geopolitik yang masih membayangi pasar.
Di tengah kondisi tersebut, platform terintegrasi BRPT di sektor energi, kimia, dan infrastruktur kembali menunjukkan ketangguhannya, didukung oleh eksekusi yang disiplin serta meningkatnya kontribusi dari bisnis infrastruktur dan energi terbarukan.
“Portofolio kami yang terdiversifikasi memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar dia dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026).
BRPT Chart by TradingView
Meski terjadi penurunan, realisasi EBITDA dan laba bersih BRPT pada semester I-2026 pada dasarnya tetap mencerminkan ketangguhan model bisnis terintegrasi perusahaan serta disiplin dalam pelaksanaan operasional.
Keberhasilan integrasi aset Shell di Singapura menghasilkan kinerja segmen refinery yang sangat kuat di tengah dislokasi pasar akibat dinamika di Timur Tengah, sementara kondisi pasar bagi fasilitas kimia yang beroperasi secara standalone di Indonesia masih tetap menantang.
Emiten Prajogo Pangestu: Barito Pacific (BRPT) Bagi Dividen US$ 8,5 Juta
Kekuatan portofolio usaha yang terdiversifikasi memungkinkan BRPT menangkap berbagai peluang di sepanjang rantai nilai sekaligus mengurangi dampak pelemahan pada segmen tertentu.
“Yang tidak kalah penting, jaringan manufaktur terintegrasi kami di Indonesia dan Singapura meningkatkan keandalan pasokan serta fleksibilitas operasional, sehingga perusahaan dapat membantu mengurangi kendala pasokan di pasar domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan gangguan terhadap rantai pasok global,” ungkap dia.
Melanjutkan kinerja yang kuat pada semester I-2026, BRPT tetap berkomitmen kuat untuk terus berinvestasi di Indonesia. Hal ini tercermin dari perkembangan proyek CA-EDC domestik perusahaan yang berjalan sesuai rencana.
Investasi senilai sekitar US$ 1 miliar tersebut telah mencapai 72% penyelesaian konstruksi dan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mulai beroperasi pada tahun 2027.
Bisnis Kilang Singapura Bakal Jadi Mesin Pertumbuhan Barito Pacific (BRPT) Tahun Ini
Sejalan dengan itu, kami juga terus mengembangkan kapasitas operasi panas bumi BRPT, yang diproyeksikan akan meningkatkan total kapasitas terpasang menjadi lebih dari 1 GW pada akhir tahun ini.
Secara keseluruhan, investasi-investasi tersebut menegaskan komitmen jangka panjang BRPT dalam memperkuat infrastruktur industri dan energi Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai perusahaan Indonesia yang tengah bertransformasi menjadi grup energi dan industri terkemuka di tingkat regional, BRPT tetap berkomitmen untuk memperkuat fondasi usaha di dalam negeri, sekaligus secara selektif mengejar peluang pertumbuhan anorganik yang memberikan nilai tambah di kawasan.
Untuk ke depannya, BRPT akan terus berfokus pada pelaksanaan strategi transformasi jangka panjang, memperkuat ketahanan kinerja, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.




