Laba bersih Abadi Lestari (RLCO) naik 13,39% jadi Rp 20,36 miliar per semester I 2026

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan kenaikan kinerja selama enam bulan pertama tahun 2026.

Advertisements

Hingga 30 Juni 2026, RLCO mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 20,36 miliar, meningkat 13,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 17,96 miliar.

Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk Edwin Pranata mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kinerja usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta terus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Advertisements

IHSG Menguat 0,69% ke 6.363 Sesi I Rabu (5/8), Top Gainers: Saham KLBF, AMRT, ANTM

“Kami percaya konsistensi dalam menjalankan strategi tersebut akan memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra usaha, maupun para pemegang saham,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).

Sepanjang semester I 2026, RLCO membukukan penjualan sebesar Rp272 miliar.

Produk sarang burung walet olahan tetap menjadi kontributor utama pendapatan, dengan penjualan tercatat sebesar Rp 234,39 miliar atau sekitar 86,2% dari total penjualan. Sedangkan, produk konsumen memberikan kontribusi sebesar Rp 37,61 miliar atau sekitar 13,8%.

Sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp210,91 miliar, sehingga RLCO membukukan laba kotor sebesar Rp 61,09 miliar. 

Gunung Raja Paksi (GGRP) Raup Laba Bersih US$ 1,84 Juta pada Semester I-2026

Perseroan mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp437,80 juta, sehingga laba bersih tahun berjalan meningkat menjadi Rp20,37 miliar pada semester I 2026.

Dari sisi posisi keuangan, total aset RLCO meningkat 3,22% menjadi Rp835,82 miliar per 30 Juni 2026 dibandingkan posisi Rp809,76 miliar pada 31 Desember 2025. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp730,28 miliar. 

Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp510,10 miliar, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp504,42 miliar. 

Di sisi lain, liabilitas jangka panjang menurun menjadi Rp 21,36 miliar dari sebelumnya Rp 27,69 miliar, sementara total ekuitas meningkat 6,67% menjadi Rp325,71 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp305,34 miliar, terutama didukung oleh laba periode berjalan.

Dari sisi likuiditas, penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp 221,90 miliar dibandingkan Rp 200,13 miliar pada semester I 2025. 

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Menguji Level Resistance US$ 4.135–US$ 4.202

Edwin bilang, aktivitas investasi pada periode berjalan difokuskan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk investasi pada aset tak berwujud.

Hingga 30 Juni 2026, aset tak berwujud dalam penyelesaian sebagian besar merupakan pengembangan uji bioactive produk fitofarmaka yang telah mencapai sekitar 32% penyelesaian secara finansial dan diperkirakan selesai pada tahun 2027.

Pengembangan tersebut, katanya, merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat inovasi dan pengembangan produk bernilai tambah.

“Perseroan menutup semester I 2026 dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp 65,76 miliar, yang tetap memadai untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha,” paparnya.

Advertisements

Also Read

Tags