BANYU POS JAKARTA. Proses perubahan status PT Indointernet Tbk (EDGE) dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) serta rencana pembatalan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bergulir.
Sekretaris Perusahaan EDGE Jennifer Tiurland dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (6/8/2026) melaporkan, hasil pelaksanaan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) periode I yang dilakukan oleh pemegang saham utamanya, Digital Edge (Hong Kong) Ltd. (DEHK).
Penawaran tender sukarela tersebut sebelumnya ditargetkan untuk sebanyak-banyaknya 159.598.500 saham atau setara dengan 7,90% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan. Masa penawaran telah berlangsung sejak 25 Juni hingga 24 Juli 2026, dengan penyelesaian pembayaran yang rampung pada 05 Agustus 2026.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.897 Per Dolar Hari Ini (7/8), Asia Bervariasi
Berdasarkan laporan resmi EDGE, hasil pelaksanaan penawaran tender sukarela periode I pada tanggal 5 Agustus 2026 perusahaan telah membeli saham sebanyak 7.118.700 saham. Dalam transaksi tersebut, harga penawaran tender Rp 11.500 per saham. Sehingga nilai transaksi mencapai Rp 81,86 miliar.
Persentase pembelian EDGE sebanyak 4,46% dari total seluruh nominal saham yang menjadi objek penawaran tender. Sisa nilai saham objek penawaran sebanyak Rp 1.753.517.700.000.
Saat ini pemegang saham utama EDGE adalah Digital Edge (Hong Kong) Ltd 59,1% dan Digital Edge (HK) SPVI Limited sebanyak 33%.
Saham EDGE terakhir diperdagangkan di harga Rp 4.790 per saham pada 9 Februari 2026.




