Kinerja emiten kawasan industri beragam, simak saham rekomendasi analis

Hikma Lia

BANYU POS   JAKARTA. Kinerja emiten properti kawasan industri pada semester I-2026 bergerak beragam.

Advertisements

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pertumbuhan laba signifikan, sementara PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) justru kembali membukukan kerugian.

DMAS mencatat pendapatan usaha Rp 1,80 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, melonjak hampir tiga kali lipat dari Rp 613,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Alhasil, laba bersih DMAS naik 175,34% yoy menjadi Rp 1,19 triliun.

Advertisements

SSIA juga mencatat perbaikan kinerja. Laba bersihnya mencapai Rp 262,55 miliar, berbalik dari rugi Rp 32,34 miliar pada semester I-2025. Pendapatan SSIA tumbuh 58,39% yoy menjadi Rp 3,3 triliun dari Rp 2,11 triliun.

Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Prospektif, Cek Saham Rekomendasi Analis

“Didorong oleh kuatnya pengakuan penjualan dari bisnis kawasan industri,” ujar VP Investor Relations & Sustainability SSIA Erlin Budiman kepada Kontan, Kamis (6/8).

Sebaliknya, pendapatan KIJA turun 11% yoy menjadi Rp 2,43 triliun. Kondisi ini membuat KIJA membukukan rugi bersih Rp 6,4 miliar, berbalik dari laba pada semester I-2025.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ester Mulyani menilai perbedaan kinerja tersebut terutama dipengaruhi waktu pengakuan penjualan lahan dan struktur biaya masing-masing emiten.

Bisnis kawasan industri cenderung fluktuatif karena transaksi lahan bernilai besar dan pengakuannya tidak selalu merata setiap kuartal.

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis

Khusus KIJA, tekanan laba juga dipengaruhi struktur bisnis dan beban keuangan yang lebih besar. Namun, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie mencatat KIJA masih membukukan laba operasional Rp 524 miliar.

Menurut Adrian, rugi bersih KIJA terutama berasal dari beban satu kali akibat refinancing surat utang dolar AS menjadi pinjaman bank rupiah.

Memasuki semester II-2026, prospek emiten kawasan industri masih terbuka. Permintaan lahan dari sektor data center, kendaraan listrik, baterai dan relokasi manufaktur diperkirakan menjadi penopang pertumbuhan.

Adrian juga melihat pemulihan hotel dan mulai terealisasinya penjualan lahan dapat menopang kinerja. Beban refinancing KIJA yang bersifat tidak berulang juga membuka peluang perbaikan laba.

IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (27/3)

Namun, investor tetap perlu selektif karena kinerja emiten kawasan industri sangat bergantung pada waktu pengakuan penjualan lahan dan struktur biaya masing-masing perusahaan. Adrian merekomendasikan trading buy SSIA dengan target harga Rp 1.760 per saham.

Advertisements

Also Read

Tags