Wall Street nyaris stagnan, pasar cermati situasi Selat Hormuz

Hikma Lia

BANYU POS –  NEW YORK. Indeks Utama Wall Steet dibuka nyaris stagnan pada perdagangan Senin (10/8/2026). Investor mencermati perkembangan di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi pembukaan kembali Selat Hormuz serta bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi dengan data inflasi dan laporan kinerja keuangan perusahaan yang krusial.

Advertisements

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan indeks Dow Jones Industrial Average naik 35,7 poin, atau 0,07%, ke level 54.072,66. S&P 500 turun 5,9 poin, atau 0,08% ke level 7.751,74, sementara Nasdaq Composite turun 10,2 poin, atau 0,04%, menjadi 26.680,444.

Iran menyatakan, pihaknya hampir mencapai kesepakatan akhir dengan Oman mengenai penetapan jalur pelayaran baru di antara kedua negara yang melintasi selat tersebut, namun menegaskan kembali bahwa AS harus memenuhi beberapa syarat sebelum jalur air strategis itu dibuka kembali.

Advertisements

Indosat (ISAT) Masuk Bisnis AI, Zankore Bisa Tambah Laba Rp 1,4 Triliun per Tahun

Kelancaran arus energi melalui titik krusial tersebut dapat meredakan kekhawatiran mengenai lonjakan harga minyak yang telah memicu kekhawatiran inflasi dan spekulasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral di seluruh dunia.

Di tengah situasi ini, data harga konsumen dan produsen yang akan dirilis akhir minggu ini dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve, mengingat sikap Ketua The Fed Kevin Warsh yang cenderung memberikan panduan ke depan (forward guidance) yang tidak terlalu agresif.

“Narasi yang berkembang saat ini adalah bahwa inflasi masih tinggi, namun tidak terlalu jauh dari target 2% The Fed. Ini belum berarti kemenangan, tetapi merupakan sebuah kemajuan,” ujar Bob Edwards, Chief Investment Officer di Edwards Asset Management.

Spekulasi kenaikan suku bunga mereda pada hari Jumat setelah data menunjukkan ekonomi AS secara tak terduga kehilangan lapangan kerja pada bulan Juli. Para pedagang kini memperhitungkan peluang sebesar 44% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, menurut perangkat CME FedWatch. 

“Laporan IHK (CPI) yang tidak mengkhawatirkan dan tidak adanya kenaikan suku bunga pada bulan September akan memberi pasar ini dorongan untuk melaju lebih cepat,” tambah Edwards.

Komentar dari pejabat The Fed Cleveland, Beth Hammack, diperkirakan akan disampaikan pada hari ini.

Agenda pelaporan laba perusahaan cenderung lebih sepi minggu ini, dengan perusahaan semikonduktor Applied Materials dan produsen peralatan jaringan Cisco menjadi beberapa di antara sedikit perusahaan yang akan melaporkan kinerja mereka.

Volume Ekspor Turun, Emiten Nikel Tetap Berpeluang Raih Kinerja Positif

Saham GameStop naik 2,4% dalam perdagangan pre market setelah Bloomberg News melaporkan bahwa CEO Ryan Cohen sedang mempertimbangkan untuk membatalkan penawaran perusahaan senilai US$ 56 miliar untuk mengakuisisi eBay.

Saham Barrick Mining yang tercatat di bursa AS turun 5,7% setelah laba kuartal kedua perusahaan tidak mencapai estimasi.

Saham Intel turun 4,6% setelah produsen cip tersebut meluncurkan penawaran saham senilai US$ 15 miliar.

Saham Apple turun 1,1% setelah Jefferies menurunkan peringkat saham produsen iPhone tersebut dari “hold” (tahan) menjadi “underperform” (kinerja di bawah rata-rata pasar). 

Secara terpisah, Senat AS yang dipimpin oleh Partai Republik pada hari Sabtu mengesahkan rancangan undang-undang sementara untuk mendanai badan-badan federal hingga 11 Desember, sehingga mencegah penutupan operasional pemerintah yang melumpuhkan hanya beberapa minggu sebelum pemilihan umum sela bulan November.

Advertisements

Also Read

Tags