Indeks keyakinan konsumen turun, Airlangga sebut bukan tanda daya beli melemah

Hikma Lia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membantah penurunan indeks keyakinan konsumen menjadi tanda daya beli masyarakat melemah. Menurut dia, penurunan keyakinan konsumen perlu dilihat berdasarkan momentum konsumsi sepanjang tahun.

Advertisements

Airlangga mengatakan, konsumsi biasanya mengalami penurunan setelah periode hari besar keagamaan. Adapun pada kuartal I 2026 terdapat momentum hari besar keagamaan yang turut mendorong konsumsi.

“Kita tahu kalau di kuartal kedua kemarin, di awal itu kan di kuartal satu ada hari besar keagamaan. Biasanya habis hari besar keagamaan ada turun,” kata Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (10/8).

Advertisements

Menurut Airlangga, kondisi konsumsi masyarakat juga dapat dilihat dari perkembangan penjualan kendaraan bermotor. Dia mengatakan, penjualan otomotif pada semester I 2026 tumbuh 16%.

“Kalau kita mau lihat sinyal dari otomotif misalnya, itu otomotif kan kemarin semester satunya naik 16%,” katanya.

Airlangga juga menyoroti pertumbuhan penjualan kendaraan hybrid yang menurutnya lebih tinggi yang disebut tumbuh sekitar 40%.

“Terus kemudian untuk kendaraan yang sifatnya hybrid malah naiknya 40%. Jadi itu juga bagian daripada konsumen,” kata Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan, pemerintah tetap berharap konsumsi masyarakat kembali meningkat pada kuartal IV 2026. Salah satu faktor pendorongnya adalah momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Ya tentu kita lihat nanti, kita berharap di kuartal keempat biasanya akan naik karena itu terkait dengan HBKN Nataru,” kata dia. 

Selain momentum Nataru, pemerintah berharap konsumsi masyarakat terdorong oleh program diskon yang diberikan pelaku usaha. Airlangga menyebut, sejumlah pusat perbelanjaan telah menyiapkan program diskon khusus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

“Dan ini kan kita juga coba di kuartal ini dalam rangka hari 17 Agustus beberapa mall juga melakukan program diskon khusus,” kata Airlangga.

Ketika ditanyai apakah program diskon tersebut merupakan stimulus baru dari pemerintah, Airlangga menegaskan program tersebut berasal langsung dari pelaku usaha.

“Diskon dari para pengusaha langsung,” katanya. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2026 turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya menjadi 116,8. Meski masih berada di zona optimstis, tingkat keyakinan konsumen ini menjadi yang terlemah sejak Oktober 2025. 

“Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga,” demikian penjelasan BI dalam hasil survei IKK pada Senin (10/8). 

Meski melemah, angka IKK di atas level 100 menunjukkan bahwa konsumen tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian. Adapun, penurunan IKK terjadi seiring melemahnya baik persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) terpantau turun menjadi 107,9 pada Juli 2026 dari 109,2 pada bulan sebelumnya, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun menjadi 125,7 dari 126,4.

BI mencatat persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat, tetapi mengalami penurunan. IKE Juli 2026 sebesar 107,9 masih berada pada level optimistis.

Penurunan IKE tercermin pada tiga komponennya. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) turun menjadi 118,5 dari 119,8, sedangkan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) turun menjadi 101,1 dari 101,8. Adapun Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) turun menjadi 104,1 dari 105,9.

Advertisements

Also Read

Tags