Harga minyak kembali menguat, Brent berpeluang tembus US$ 100

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kembali mengalami penguatan di awal pekan ini. Penguatan harga minyak terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Advertisements

Melansir Trading Economics pada Rabu (12/8) pukul 15.17 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 83,6 per barel atau meningkat 0,57% secara harian dan 11,4% dalam tujuh hari terakhir.

Sama halnya, minyak mentah Brent juga turut melonjak. Saat ini Brent dihargai US$ 89,4 per barel, yang mana meningkat 0,6% secara harian dan 12,7% dalam sepekan.

Advertisements

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak mentah, baik West Texas Intermediate (WTI) maupun Brent.

Ada Kekhawatiran Ancaman di Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Kembali Naik

Perlu diketahui, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS tidak mengubah perilakunya dan menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang. 

Selain itu, gangguan pasokan minyak juga terjadi di sejumlah wilayah di Timur Tengah. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang kapal Arab Saudi yang membawa peralatan militer di Bab el-Mandeb, jalur perairan antara Laut Merah dan Samudra Hindia. 

“Seperti biasa, kenaikan dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, yang tentunya mempengaruhi pasokan yang melalui Selat Hormuz,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).

Harga Minyak Mentah Diproyeksi Naik Pekan Depan, Ini Pemicunya

Menurut Lukman, perkembangan harga minyak ke depan masih akan sangat bergantung pada situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Terutama, perkembangan terkait potensi kesepakatan damai yang dapat meredakan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak melalui Selat Hormuz.

“Selama belum ada kesepakatan damai final, harga minyak mentah dunia akan terus merespons perkembangan di Timur Tengah,” jelasnya.

Dengan demikian, Lukman melihat harga minyak masih berpotensi bertahan di level tinggi apabila belum terdapat perkembangan signifikan terkait perdamaian.

Dengan asumsi belum ada kemajuan penting menuju perdamaian, ia memperkirakan harga WTI pada sisa tahun 2026 akan berada di kisaran US$ 80-US$ 95 per barel. Sementara itu, harga Brent diproyeksikan bergerak pada rentang US$ 85-US$ 100 per barel.

Perang Timur Tengah Berlanjut, Harga Minyak Mentah Global Diproyeksi Tetap Tinggi

Advertisements

Also Read

Tags