Rupiah melemah saat mata uang Asia cenderung bergerak stabil, Kamis (13/8)

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (13/8/2026), saat mayoritas mata uang Asia bergerak relatif stabil.

Advertisements

Mengacu pada data Reuters, rupiah berada di level Rp17.875 per dolar AS, melemah 0,06% dari posisi sebelumnya Rp17.865 per dolar AS. Pergerakan rupiah tersebut menjadi salah satu yang terlemah di kawasan pada perdagangan hari ini.

Sebaliknya, dolar Taiwan menguat 0,25% ke 32,165 per dolar AS, sedangkan won Korea Selatan naik 0,28% ke 1.414,6 per dolar AS. Yen Jepang, dolar Singapura, baht Thailand, peso Filipina, dan yuan China hanya bergerak tipis.

Advertisements

Won Korea Pimpin Penguatan Mata Uang Asia, Rupiah Ikut Menguat terhadap Dolar AS

“Rupiah masih berada di bawah tekanan,” tercermin dari pelemahannya ketika sejumlah mata uang Asia lainnya mampu menguat tipis.

Secara kumulatif sepanjang 2026, rupiah juga menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terdalam. Rupiah telah terdepresiasi 6,74% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp16.670 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sepanjang tahun ini lebih dalam dibandingkan baht Thailand yang turun 4,96%, rupee India 5,73%, peso Filipina 3,94%, dan ringgit Malaysia 0,69%.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang mencatat penguatan sepanjang tahun, yakni 1,76%. Yuan China juga menguat 3,62%, sementara dolar Singapura naik 0,41%.

Dolar Taiwan Menguat Rabu (12/8), Rupiah Jadi Mata Uang Asia yang Melemah

Pergerakan mata uang Asia pada Kamis menunjukkan pasar masih cenderung berhati-hati terhadap arah dolar AS dan perkembangan ekonomi global. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan mata uang kawasan, termasuk rupiah, masih terbatas.

Advertisements

Also Read

Tags