Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus merambah wilayah Kalimantan Barat dan kini mendekat ke pusat rehabilitasi orang utan di Ketapang, fasilitas kelolaan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).
Mengutip unggahan Instagram resmi International Animal Rescue, pada Rabu (12/8), api karhutla bahkan hanya berjarak sekitar 100 meter dari pusat rehabilitasi orang utan.
“Tim YIARI telah berupaya memadamkan api sepanjang malam, bekerja hingga sekitar pukul 03.00 dini hari. Pada satu titik, kobaran api bahkan mendekati pusat rehabilitasi orang utan hingga berjarak kurang dari 100 meter,” demikian dikutip dari Instagram @international_animal_rescue, Kamis (13/8).
Dalam unggah tersebut dijelaskan, saat ini orang utan telah dipindahkan ke tempat yang aman. Namun, bukan berarti bahayanya telah berakhir. Api disebut terus meluas, di tengah sumber daya yang terbatas untuk menanganinya.
Baca juga:
- Di Ambang Punah: Data Terbaru Ungkap Krisis Populasi Orangutan di Sumatra
- Restorasi Batang Toru Fokus pada Upaya Lindungi Habitat Orang Utan Tapanuli
- Statusnya Sangat Terancam Punah, Orang Utan Butuh Proteksi
Kalbar: Titik Terluas Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, indikasi luas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia selama semester I 2026 mencapai 107,4 ribu hektare. Dari total luasan tersebut, area karhutla paling luas tercatat di Kalimantan Barat, mencapai 28,6 ribu hektare.
Melansir Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat pun mengakui mengalami tantangan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.
“Selain lokasi karhutla yang sulit dijangkau, minimnya sarana prasarana pemadaman juga menjadi kendala, sehingga penanganan belum bisa dilakukan secara maksimal,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, pada pekan lalu.
Menurut Ridwan, upaya pemadaman juga sulit dilakukan akibat terbatasnya sumber air untuk meredam api. Kondisi ini diperparah dengan karakteristik lahan gambut di lokasi tersebut, sehingga api terus merangsek ke bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.
Meski begitu, tim penanganan karhutla di lapangan terus berpatroli untuk mendeteksi api. Bila titik kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat, maka helikopter water bombing akan dikerahkan untuk memadamkan api.
BPBD Kabupaten Ketapang mencatat ada korban jiwa akibat karhutla. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia, karena kekurangan oksigen saat melintasi kawasan penuh asap kebakaran.




