Indonesia punya peluang jadi hub likuiditas kripto di Asia Tenggara

Hikma Lia

BANYU POS   JAKARTA. Indonesia berpeluang naik kelas dari sekadar pasar pengguna aset kripto menjadi pusat likuiditas aset digital di Asia Tenggara.

Advertisements

Tingginya aktivitas pasar domestik dan minat proyek blockchain global menjadi modal awal, tetapi peluang tersebut masih bergantung pada penguatan builders, likuiditas, dan kepastian regulasi.

Vice President of Business Development Indodax, James Eugene, mengatakan, Indonesia kini semakin dilirik proyek blockchain global karena memiliki pasar dengan potensi besar dan likuiditas yang kuat.

Advertisements

“Indonesia membutuhkan lebih banyak builders dan likuiditas untuk menghubungkan proyek, exchange, investor, serta seluruh ekosistem blockchain,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Chery Incar Indonesia Jadi Hub Produksi Otomotif Asia Tenggara

Menurut James, likuiditas tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan di bursa kripto. Likuiditas terbentuk dari keterhubungan banyak pelaku, mulai dari proyek blockchain, exchange, investor hingga penyedia infrastruktur.

Karena itu, pengembangan produk dan ekosistem perlu dilakukan secara bersama-sama.

Di sisi lain, ekspansi inovasi aset digital tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi.

Bagi pelaku usaha, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara mendorong inovasi, memperbesar likuiditas, dan menjaga perlindungan konsumen.

James menilai kepastian arah regulasi menjadi kunci untuk menarik institusi dan perusahaan global.

Meski Indonesia telah memiliki kerangka regulasi aset digital, pelaku asing membutuhkan kejelasan mengenai bagaimana aturan dan infrastruktur hukum akan berkembang ke depan sebelum memutuskan membangun bisnis di Indonesia.

Ekonomi Karbon Mulai Ubah Arah Bisnis Global, Indonesia Punya Peluang

Selain regulasi, Indonesia dinilai perlu memperbanyak builders yang mampu mengembangkan produk dan infrastruktur berstandar global.

Kehadiran pengembang dan perusahaan teknologi tersebut penting agar Indonesia tidak berhenti sebagai pasar konsumen, tetapi ikut menghasilkan produk yang dapat digunakan secara lebih luas.

Penguatan likuiditas juga menjadi pekerjaan besar. Pasokan dan permintaan aset digital perlu tumbuh secara seimbang agar modal dapat mengalir lebih efektif antara proyek, exchange, investor, dan pelaku ekosistem lainnya.

Dukungan venture capital turut dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan proyek dan infrastruktur blockchain.

Ekosistem Gaming Asia Tenggara Tembus US$ 14 Miliar di 2030, Indonesia Pasar Terbesar

Dengan memperkuat tiga fondasi tersebut, builders, likuiditas, dan kepastian regulasi, Indonesia memiliki peluang untuk menarik lebih banyak proyek, modal, dan inovasi global sekaligus memperbesar perannya dalam ekosistem aset digital Asia Tenggara.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/08/15/143300126/indonesia-berpeluang-perkuat-posisi-di-ekosistem-kripto-asean?page=all#page2.

Advertisements

Also Read

Tags