PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) kini resmi memasuki babak baru dalam peta kepemilikan dan pengendalian perusahaan. Langkah strategis ini ditandai dengan masuknya PT Sinergi Internasional Investama (SII) sebagai pemegang saham pengendali baru yang menggenggam mayoritas kepemilikan saham perseroan. Transaksi akuisisi yang diselesaikan pada tanggal 30 Juli 2026 tersebut menandai perubahan arah strategis bagi emiten yang bergerak di bidang periklanan dan media ini.
Dalam aksi korporasi tersebut, PT Sinergi Internasional Investama mengambil alih sebanyak 3,94 miliar lembar saham atau lebih tepatnya 3.946.835.000 lembar saham DOOH. Saham-saham tersebut dibeli dari pemegang saham pengendali sebelumnya, yaitu PT Prambanan Investasi Sukses. Transaksi disepakati pada harga Rp 50 per lembar saham, sehingga total nilai divestasi sekaligus akuisisi ini mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 197,34 miliar.
Direktur Utama Era Media Sejahtera, Vicktor Aritonang, memberikan konfirmasi resmi mengenai perubahan struktur kepemilikan ini. Vicktor menuturkan bahwa sejak diselesaikannya transaksi pengambilalihan tersebut, PT Sinergi Internasional Investama secara efektif dan legal telah menjadi pemegang saham pengendali baru di dalam perseroan. Proses transisi kepemilikan ini juga dipastikan telah berjalan sesuai dengan koridor hukum dan regulasi serta ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perubahan komposisi pemegang saham DOOH sebelum dan sesudah pelaksanaan aksi korporasi tersebut dapat dicermati secara rinci melalui tabel struktur kepemilikan saham di bawah ini:
| Pemegang Saham | Sebelum – Jumlah Saham (lembar) | Sebelum (%) | Sesudah – Jumlah Saham (lembar) | Sesudah (%) |
|---|---|---|---|---|
| PT Sinergi Internasional Investama (SII) | – | – | 3.946.835.000 | 51,00 |
| PT Prambanan Investasi Sukses | 5.114.342.412 | 66,09 | 1.167.507.412 | 15,09 |
| Masyarakat (Non Warkat) | 2.624.548.624 | 33,91 | 2.624.548.624 | 33,91 |
| Total | 7.738.891.036 | 100,00 | 7.738.891.036 | 100,00 |
Sumber: Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI)
Berdasarkan data perubahan kepemilikan tersebut, PT Prambanan Investasi Sukses yang sebelumnya menguasai mayoritas mutlak sebesar 66,09% kini menyusut kepemilikannya menjadi hanya 15,09%. Meskipun demikian, entitas tersebut masih mempertahankan porsi minoritas yang signifikan di dalam perseroan. Di sisi lain, porsi kepemilikan masyarakat non-warkat sama sekali tidak mengalami perubahan dan tetap bertahan kokoh di angka 33,91%.
Manajemen PT Sinergi Internasional Investama menjelaskan bahwa keputusan untuk mengakuisisi DOOH merupakan bagian integral dari strategi investasi jangka panjang sekaligus upaya ekspansi dan pengembangan usaha grup. SII berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi investor pasif, melainkan akan aktif mempertahankan serta mengembangkan lini bisnis yang saat ini telah berjalan di bawah bendera DOOH. Fungsi pengendalian dan pengawasan strategis akan dijalankan secara optimal dengan mensinergikan manajemen, sumber daya, kompetensi, jaringan usaha, serta operasional kuat yang telah mapan di tubuh DOOH.
Lebih lanjut, pengendali baru ini juga merancang berbagai rencana strategis untuk masa depan DOOH. Fokus utama SII ke depan adalah meningkatkan kinerja operasional di semua lini, memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta mengoptimalkan pemanfaatan seluruh aset dan sumber daya yang ada. Dengan meningkatkan efektivitas strategi bisnis ini, SII optimis dapat menopang pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional DOOH secara sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.
Di balik layar pergerakan korporasi ini, sosok Tinawati muncul sebagai figur kunci. Tinawati tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dari pengendali baru DOOH tersebut. Secara kepemilikan langsung maupun tidak langsung, ia menguasai mayoritas mutlak sebesar 99,90% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh di dalam PT Sinergi Internasional Investama. Kehadiran Tinawati di pusaran transaksi ini menarik perhatian pelaku pasar modal karena rekam jejaknya yang terhubung dengan sejumlah transaksi besar sebelumnya.
Sebelum mengendalikan DOOH melalui SII, nama Tinawati sempat mengemuka dalam struktur kepemilikan PT Investasi Sukses Bersama (ISB). Pada akhir Desember 2024, Tinawati mengambil langkah strategis dengan menjual 45% kepemilikan sahamnya di ISB kepada PT Arsari Sentra Data, sebuah perusahaan yang berada di bawah kendali pengusaha nasional Hashim S. Djojohadikusumo. Transaksi penjualan tersebut secara tidak langsung memberikan jalan bagi Hashim untuk menggenggam porsi kepemilikan mayoritas pada PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang lebih dikenal luas dengan nama Surge.
Hubungan bisnis ini menempatkan Hashim S. Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik kandung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam posisi strategis sebagai Komisaris Utama di WIFI. Menariknya, dalam ekosistem bisnis emiten Surge yang kini digenggam oleh Hashim tersebut, Tinawati juga masih tercatat dan diakui sebagai pemilik manfaat akhir (UBO). Hal ini menunjukkan adanya jejaring kemitraan bisnis yang erat dan saling terhubung di antara para pihak tersebut.
Apabila diteliti lebih dalam mengenai profil PT Sinergi Internasional Investama, korporasi ini tergolong sebagai entitas yang masih sangat baru seumur jagung. Berdasarkan dokumen legalitasnya, SII didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 6 tertanggal 17 Juli 2026. Di dalam dokumen pendiriannya, ruang lingkup kegiatan usaha yang direncanakan oleh SII mencakup bidang perdagangan, konsultasi manajemen dan bisnis, periklanan, serta aktivitas perusahaan holding (perusahaan induk).
Hingga saat pengumuman resmi mengenai aksi pengambilalihan saham DOOH ini diterbitkan ke publik, PT Sinergi Internasional Investama baru menjalankan fungsinya sebatas sebagai perusahaan induk investasi. Entitas ini tercatat belum memulai ataupun menjalankan kegiatan operasional usaha secara komersial di sektor-sektor riil yang menjadi bidang usahanya.
Aspek menarik lain yang memicu perhatian publik adalah domisili hukum dari pengendali baru DOOH ini. Berdasarkan akta pendiriannya, SII tercatat beralamat di Jalan Tiang Bendera V Nomor 20, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dengan kode pos 11230. Lokasi kantor tersebut diketahui persis sama dengan alamat operasional dari kantor Surge Plaza, yang merupakan markas utama dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge.
Adanya kesamaan alamat kantor fisik antara SII dengan kantor WIFI ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai potensi adanya afiliasi atau kerja sama strategis yang lebih erat di balik aksi akuisisi DOOH. Guna mendapatkan kejelasan informasi, jurnalis Katadata telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Direktur Utama Surge, Yune Marketatmo. Konfirmasi tersebut ditujukan untuk mengklarifikasi alasan kesamaan alamat kantor SII dengan WIFI, sekaligus menanyakan kemungkinan adanya hubungan afiliasi terselubung dalam aksi korporasi pengambilalihan saham DOOH tersebut. Namun, hingga artikel berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi yang diberikan oleh pihak manajemen Surge.




