Wall Street bangkit, indeks S&P 500 naik usai imbal hasil obligasi AS turun

Hikma Lia

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Rabu (19/8) waktu setempat. Kenaikan terjadi setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS turun menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS yang akan meningkatkan operasi pembelian kembali utang jangka panjang.

Advertisements

Indeks S&P 500 naik 0,21% menjadi 7.707,98, Nasdaq Composite tumbuh 0,16% ke level 26.331,09. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 119,65 poin atau 0,22% menjadi 53.463,05.

“Sebagai contoh, saham-saham berorientasi value berkinerja sangat baik hari ini. Ini menunjukkan bahwa perekonomian dan siklus laba perusahaan masih sangat kuat,” kata Kepala Ekuitas AS Procyon Massimo Santicchia dikutip CNBC, Kamis (20/8).

Advertisements

Meski begitu, Santicchia melihat masih ada ketegangan di pasar. Di satu sisi, fundamental ekonomi dan laba perusahaan tetap kuat. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya modal.

Baca juga:

  • Yield Obligasi Melonjak di Empat Negara, Wall Street Mulai Rentan Aksi Jual

“Secara keseluruhan, ini masih merupakan lingkungan yang sangat, sangat baik bagi saham berkat prospek laba perusahaan yang kuat,” ujarnya.

Kenaikan awal Wall Street dipicu penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang. Departemen Keuangan AS menyatakan akan  menggandakan nilai pembelian kembali surat utang pemerintah yang menyasar obligasi tenor 10 hingga 30 tahun, termasuk tenor 20 tahun.

Imbal hasil Treasury 30 tahun yang pada perdagangan sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 19 tahun di atas 5,33%, turun lebih dari 10 basis poin menjadi 5,184%. Imbal hasil Treasury 10 tahun juga turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,637%.

Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan. Saham Moderna melonjak sekitar 177%, atau lebih dari dua kali lipat yang menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Lonjakan tersebut terjadi setelah vaksin kanker kulit eksperimental yang dikembangkan Moderna bersama Merck menunjukkan hasil positif dalam uji klinis tahap akhir. Saham Merck turut melonjak lebih dari 12% sehingga menopang indeks Dow Jones.

Saham Marvell Technology juga naik hampir 10% setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan dengan Google terkait tensor processing unit (TPU). Marvell juga memberikan waran kepada Alphabet untuk membeli saham biasa perusahaan senilai hingga US$ 12,2 miliar.

Sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street turun pada perdagangan Selasa (18/8) setelah imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut antara lain dipicu kekhawatiran terhadap inflasi.

Advertisements

Also Read

Tags