Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden tentang Ekosistem Transportasi Digital atau Perpres Ojol yang akan mengatur layanan pengantaran makanan dan barang berbasis aplikasi. Maxim mengingatkan penetapan tarif, khususnya tarif minimum yang terlalu tinggi, berpotensi menurunkan jumlah pesanan.
Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan pengaturan tarif perlu dikaji secara mendalam dengan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, tarif yang terlalu tinggi dapat membuat masyarakat mengurangi penggunaan layanan pengantaran karena ongkos yang harus dibayar menjadi lebih mahal.
“Jika tidak dikaji secara mendalam dengan melibatkan berbagai pihak, pengaturan tarif dapat menyebabkan penurunan jumlah pesanan pengantaran, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi perkembangan usaha kecil dan mengurangi pendapatan kurir atau pengemudi,” kata Dirhamsyah kepada Katadata.co.id, Jumat (21/8).
Maxim menilai pembahasan tarif ojol untuk pengantaran perlu melibatkan masyarakat, pelaku usaha kecil, kurir atau pengemudi, hingga platform. Perusahaan menyatakan belum dapat menilai secara pasti dampak regulasi karena belum menerima teks aturan yang akan diterbitkan pemerintah.
Namun, Maxim menilai penetapan tarif minimum dan maksimum perlu mempertimbangkan sejumlah faktor. Faktor itu meliputi daya beli konsumen, biaya yang harus dikeluarkan kurir atau pengemudi untuk menyediakan layanan, daya tarik pendapatan bagi mitra, tingkat persaingan, serta permintaan terhadap layanan pengantaran.
“Jika salah satu dari faktor tersebut tidak diperhitungkan, tarif yang ditetapkan dapat mengganggu keseluruhan ekosistem,” ujarnya.
Tarif Tinggi Bisa Tekan Pendapatan Driver Ojol
Dirhamsyah menjelaskan risiko terbesar muncul ketika tarif minimum ditetapkan terlalu tinggi. Kenaikan biaya pengantaran dapat membuat masyarakat mengurangi penggunaan layanan karena ongkos yang harus dibayar menjadi lebih mahal.
Ketika permintaan turun, jumlah pesanan yang diterima pengemudi juga berpotensi berkurang. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan pendapatan pengemudi dan kurir.
Dampaknya juga dapat dirasakan pelaku usaha kecil yang mengandalkan layanan pengantaran untuk mengirim makanan maupun barang kepada pelanggan.
“Hal ini akan berdampak pada pendapatan pelaku usaha kecil yang mengirimkan barang, pendapatan pengemudi yang akan menerima lebih sedikit pesanan, serta masyarakat yang mungkin harus mengurangi penggunaan layanan karena biayanya menjadi terlalu mahal,” kata Dirhamsyah.
Namun, Maxim juga mengingatkan risiko dari sisi sebaliknya. Tarif yang terlalu rendah dapat menekan harga secara artifisial sehingga layanan pengantaran menjadi tidak menguntungkan bagi pelaku industri.
Oleh karena itu, Maxim menilai penetapan tarif harus menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha kecil, kurir atau pengemudi, dan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Maxim menyarankan pemerintah mempertimbangkan tarif pasar yang saat ini telah terbentuk dalam industri sebagai salah satu acuan dalam menyusun aturan. Menurut perusahaan, tarif tersebut telah terbentuk secara alami melalui perkembangan industri selama bertahun-tahun.
Meski demikian, Maxim menyatakan terbuka untuk berdialog dengan pemerintah dalam pembahasan regulasi tersebut. Perusahaan juga siap memberikan data dan hasil riset yang dimiliki sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
Di sisi lain, aplikator inDrive menyambut positif rencana pemerintah menerbitkan regulasi terkait tarif layanan pengantaran barang berbasis aplikasi.
Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo mengatakan perusahaan melihat kebijakan tersebut sebagai langkah strategis yang dapat membantu menciptakan sistem usaha yang lebih transparan dan berkeadilan bagi seluruh pihak dalam ekosistem, termasuk perusahaan aplikasi, pengemudi, dan pengguna layanan.
inDrive berharap kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah dapat mendorong terciptanya industri layanan pengiriman barang berbasis aplikasi yang berkelanjutan, sehat, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Regulasi yang jelas dan seimbang akan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku industri untuk terus berkembang serta menghadirkan layanan yang semakin berkualitas,” kata Rio.
Menurut inDrive, pengaturan yang jelas dapat membuka peluang untuk membangun ekosistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya pengaturan tersebut, seluruh pelaku industri dapat beroperasi dalam kerangka yang transparan sehingga mendukung persaingan yang sehat serta memberikan kepastian bagi pengemudi dan pengguna.




