Jakarta, IDN Times – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 30 poin atau 0,71 persen di penutupan perdagangan sesi I. Berdasarkan data IDX Mobile, saham bank pelat merah itu turun ke level Rp4.190 per lembar saham. Pagi tadi, saham Bank Mandiri dibuka pada level Rp4.220 per lembar saham.
Bank Mandiri sebelumnya disorot karena memblokir rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat PatiBersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Rekening Supriyono mendadak diblokir saat memimpin demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026). Rekening tersebut berisikan saldo sekitar Rp80,9 juta yang bersumber dari uang pribadi dan donasi publik untuk kebutuhan operasional massa aksi.
Pemblokiran akses perbankan tersebut dialami Supriyono bersamaan dengan peretasan akun media sosial miliknya. Situasi itu membuat puluhan demonstran dari daerah harus bertahan di Ibu Kota dengan mengandalkan bantuan solidaritas masyarakat lokal.
1. Asing catatkan net sell Rp19,64 miliar
BMRI diperdagangkan di kisaran Rp4.170 – Rp4.220 hingga penutupan perdagangan sesi I. Saham BMRI diperdagangkan sebanyak 17,34 ribu kali, dengan volume transaksi 52,32 juta lembar saham, dengan nilai transaksi Rp219,1 miliar.
Berdasarkan data Stockbit, BMRI masuk ke-15 besar dalam daftar top net foreign sell hingga perdagangan sesi I hari ini. BMRI ada di posisi ke-14 dengan net sell senilai Rp19,64 miliar, dan volume 4,69 juta.
2. Isu pemblokiran perlu dicermati
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, pelemahan BMRI siang ini belum tepat jika seluruhnya dikaitkan dengan isu pemblokiran rekening.
“Pelemahan juga mencerminkan dinamika sektor perbankan dan aksi profit taking setelah BMRI sebelumnya menguat 1,69 persen pada Jumat,” kata Aji saat dihubungi IDN Times.
Namun demikian, isu pemblokiran menurutnya tetap perlu dicermati karena apabila tidak segera diberikan penjelasan yang transparan mengenai dasar hukum dan prosedurnya, dapat berkembang menjadi risiko reputasi (reputational risk) dan berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola perusahaan.
Meski begitu, dia mengatakan investor sebaiknya tidak melakukan panic selling hanya berdasarkan isu tersebut, tetapi mencermati klarifikasi resmi Bank Mandiri, perkembangan aspek hukumnya, serta dampaknya terhadap fundamental perseroan. Selama isu ini bersifat kasus individual dan tidak berdampak pada kualitas aset, likuiditas, profitabilitas, maupun kepercayaan nasabah secara luas, saya melihat dampaknya terhadap fundamental BMRI masih relatif terbatas.
“Dengan demikian, pelemahan saat ini lebih tepat dipandang sebagai sentimen jangka pendek, sementara investor tetap perlu memperhatikan level support teknikal dan perkembangan arus dana asing di saham BMRI,” ujar Aji.
3. Bank Mandiri minta maaf
Sebelumnya, Bank Mandiri menyatakan permintaan maaf dan mengungkapkan pemblokiran itu dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum (APH). Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan.
“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum, dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan,” kata Adhika.
Bank Mandiri Dikecam Sipil Buntut Pemblokiran Rekening Demonstran Bank Mandiri Minta Maaf Blokir Rekening Koordinator AMPB: Permintaan Aparat Sederet Artis Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB




