5 saham Lo Kheng Hong didepak FTSE Russell, ada DILD, MAIN, hingga RALS

Hikma Lia

Sederet saham dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong didepak dari FTSE Global Equity Index Series September 2026. Sedikitnya ada lima emiten yang sahamnya dikoleksi pria itu dikeluarkan dari indeks FTSE.

Advertisements

Berdasarkan data terakhir kepemilikan saham di atas 1% yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Agustus 2026, Lo tercatat memiliki sedikitnya 13 saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lima di antaranya baru saja dikeluarkan FTSE dari indeks Micro Cap pada Jumat (21/8). Kelima saham tersebut adalah PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Panin Insurance Tbk (PNIN) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Advertisements

Lo tercatat memiliki 84,65 juta saham CFIN atau setara 2,19%. Sementara kepemilikannya di DILD mencapai 770,63 juta saham atau 7,43% dan MAIN sebanyak 27,65 juta saham atau 1,24%.

Selanjutnya, Lo memiliki 50,19 juta saham PNIN atau 1,23% dan 203,39 juta saham RALS atau setara 2,94%.

Selain kelima saham tersebut, Lo juga tercatat memiliki saham PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dengan kepemilikan di atas 1%.

Adapun pergerakan saham-saham koleksi Lo yang dikeluarkan dari indeks FTSE tersebut mayoritas berada di zona merah pada perdagangan Senin (24/8) hingga pukul 10.50 WIB.

Saham CFIN turun 1,12% menjadi Rp 354 per saham. DILD terkoreksi 0,83% ke Rp 119, sedangkan MAIN berkurang 1,48% menjadi Rp 665. RALS stagnan di level Rp 382 per saham. Sebaliknya, saham PNIN justru melesat 4,96% menjadi Rp 740 per saham.

Sebelumnya, lembaga penyedia indeks global FTSE Russell mendepak total 29 saham dalam hasil semi annual review untuk FTSE Global Equity Index Series September 2026. Dari total tersebut, konstituen terbanyak berasal dari indeks micro cap yaitu 28 konstituen keluar. 

FTSE tidak mengeluarkan dan menambah saham di indeks large cap, sementara saham sektor properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun dua kelas dari indeks mid cap ke micro cap.

FTSE Russell menyatakan perubahan hasil review yang diumumkan pada Jumat (21/8) masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat (4/9). Perubahan tersebut akan ditetapkan final mulai Senin (7/9).

Sementara itu, tanggal rebalancing ditetapkan pada Jumat (18/9) dan perubahan indeks akan efektif pada pembukaan perdagangan Senin (21/9).

Berikut daftar lengkap saham-saham Indonesia yang dikeluarkan dan diturunkan FTSE:

Mid Cap

Masuk: –

Keluar: PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Small Cap

Masuk: –

Keluar:

  1. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
  2. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
  3. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
  4. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
  5. PT MDS Retailing Tbk (LPPF)
  6. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
  7. PT Panin Financial Tbk (PNLF)
  8. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  9. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
  10. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Micro Cap

Masuk:

  1. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
  2. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
  3. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
  4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  5. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
  6. PT MDS Retailing Tbk (LPPF)
  7. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
  8. PT Panin Financial Tbk (PNLF)
  9. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
  10. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Keluar:

  1. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
  2. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
  3. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  4. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
  5. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC)
  6. PT Cahaya Aero Services Tbk (CASS)
  7. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN)
  8. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
  9. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  10. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) 
  11. PT Intiland Development Tbk (DILD)
  12. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON)
  13. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED)
  14. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN)
  15. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)
  16. PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN)
  17. PT Mahaka Media Tbk (ABBA)
  18. PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI)
  19. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
  20. Kemudian PT Multipolar Tbk (MLPL)
  21. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID)
  22. PT Panin Sekuritas Tbk (PANS)
  23. PT Panin Insurance Tbk (PNIN)
  24. PT PP Tbk (PTPP)
  25. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)
  26. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)
  27. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP)
  28. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA).
Advertisements

Also Read

Tags