Merdeka Gold (EMAS) pacu produksi, fasilitas CIL 12 Mtpa ditargetkan operasi 2028

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terus menggenjot pengembangan Tambang Emas Pani di Gorontalo, seiring produksi heap leach meningkat dan pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) berjalan.

Advertisements

Pada kuartal II-2026, produksi emas EMAS mencapai 15.594 ounces, melonjak dibandingkan 1.818 ounces pada kuartal I 2026. Peningkatan tersebut sejalan dengan berlanjutnya ramp-up operasi heap leach.

Produksi perdana Tambang Emas Pani sendiri telah dicapai pada 14 Februari 2026. Fasilitas heap leach dikembangkan bertahap untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih dari tambang tersebut.

Advertisements

Harga Emas Naik pada Rabu (26/8) Pagi, Seiring Meredanya Kekhawatiran Inflasi

Saat ini, Cell 1 dan Cell 2 pada fasilitas heap leach telah selesai dibangun. Kapasitasnya masih akan ditingkatkan melalui peninggian tanggul hingga akhir 2026.

Pekerjaan pengembangan heap leach akan berlanjut pada 2027 bersamaan dengan pembangunan Cell 3. Setelah seluruh pekerjaan selesai, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 62 juta ton bijih.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani.

“EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa sebagai pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/8).

Selain heap leach, EMAS tengah membangun fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton per tahun atau 12 Mtpa yang akan melengkapi fasilitas pengolahan yang telah beroperasi.

Adapun fasilitas CIL tersebut dirancang untuk mengakomodasi potensi peningkatan kapasitas pengolahan hingga 24 Mtpa pada masa mendatang. Pembangunannya kini memasuki tahap persiapan lahan.

EMAS menargetkan pengecoran beton pertama fasilitas CIL dilakukan pada awal kuartal IV 2026. Infrastruktur pendukung seperti fasilitas tailings dan tambahan pasokan listrik juga dikembangkan secara paralel.

Harga Minyak Melanjutkan Koreksi pada Rabu (26/8) Pagi

Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sekitar 7 juta ounces emas dengan estimasi umur tambang sekitar 15 tahun, sehingga pengembangan fasilitas pengolahan menjadi bagian penting ekspansi produksi.

Fasilitas CIL tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan mencapai kapasitas 12 Mtpa pada 2029. Kapasitas tersebut diharapkan mendukung produksi puncak sekitar 545.000 ounces emas per tahun.

Produksi puncak tersebut ditargetkan tercapai pada 2031, seiring peningkatan kapasitas pengolahan dan optimalisasi operasi Tambang Emas Pani yang menjadi aset utama EMAS.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung CIL juga terus berjalan, termasuk fasilitas penyimpanan tailings Hulawa atau Hulawa Tailings Storage Facility yang mencakup pekerjaan fondasi dan pengelolaan air.

Pasokan listrik untuk Tambang Emas Pani turut diperkuat melalui kerja sama dengan PT PLN, khususnya untuk mendukung kebutuhan listrik pada fase pertama pengembangan fasilitas CIL.

Advertisements

Also Read

Tags