Selain Harga Komoditas, Ini Faktor Penggerak AUD, CAD, dan NZD

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Pergerakan mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia (AUD), dolar Kanada (CAD), dan dolar Selandia Baru (NZD) tidak selalu bergerak searah dengan perubahan harga komoditas dunia.

Advertisements

Karakteristik ekspor dan struktur ekonomi masing-masing negara membuat sensitivitas ketiga mata uang tersebut terhadap komoditas berbeda. Selain harga komoditas, kondisi ekonomi China, harga minyak, kebijakan perdagangan, hingga arah kebijakan moneter Amerika Serikat turut menjadi faktor penting.

Berdasarkan data Trading Economics, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), pasangan AUD/USD ditutup di level 0,71611, melemah 0,45% secara harian. Pairing NZD/USD juga turun 0,61% ke level 0,5914.

Advertisements

Sementara itu, pasangan USD/CAD justru menguat 0,33% ke level 1,3900.

Prospek Pyridam Farma (PYFA) di Semester II-2026, Simak Rekomendasi Analis

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, perbedaan struktur ekspor membuat pengaruh komoditas terhadap AUD, CAD, dan NZD tidak sama.

“Pengaruh terbesar terhadap AUD datang dari komoditas ekspor Australia seperti batu bara, LNG, bijih besi, dan emas. Kenaikan harga komoditas meningkatkan pendapatan ekspor dan terms of trade sehingga cenderung mendukung AUD,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).

Australia memiliki eksposur yang cukup besar terhadap berbagai komoditas, termasuk emas dan batubara. Oleh karena itu, perubahan harga komoditas menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pendapatan ekspor serta kondisi perdagangan Negeri Kanguru tersebut.

Melansir Trading Economics pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), harga emas terkoreksi 3,18% secara harian dan berada di level US$ 4.454 per ons troi. Sementara itu, harga batubara berada di level US$ 139,7 per ton, menguat 0,18% dalam sehari.

Namun, prospek AUD tidak hanya ditentukan oleh pergerakan komoditas. Kondisi ekonomi China juga menjadi perhatian karena China merupakan salah satu pasar utama ekspor Australia.

Perubahan permintaan dari China dapat berdampak terhadap prospek perdagangan Australia. Jika aktivitas ekonomi China menguat, permintaan terhadap komoditas dan produk ekspor Australia berpotensi meningkat sehingga dapat memberikan dukungan terhadap AUD. Sebaliknya, perlambatan ekonomi China dapat menjadi tekanan.

CAD Lebih Sensitif terhadap Harga Minyak

Berbeda dengan AUD, dolar Kanada (CAD) memiliki sensitivitas yang lebih kuat terhadap pergerakan harga minyak. Hal ini tidak terlepas dari posisi Kanada sebagai salah satu eksportir energi besar dunia.

3 Saham Data Center Pilihan Analis: Ada TLKM, ISAT dan DSSA

“CAD paling sensitif terhadap harga minyak karena Kanada merupakan eksportir energi besar, sehingga minyak di sekitar US$ 83 per barel akan mendukung CAD,” kata Lukman.

Meski demikian, penguatan CAD tidak hanya bergantung pada harga minyak. Faktor perdagangan Kanada dengan Amerika Serikat juga dapat memengaruhi sentimen terhadap mata uang tersebut.

Lukman mengatakan, ketegangan perdagangan Kanada dengan AS telah memberikan tekanan terhadap CAD, meskipun harga minyak berada pada level yang tinggi.

Dengan demikian, kenaikan harga minyak tidak serta-merta menjamin penguatan CAD apabila terdapat risiko perdagangan maupun faktor eksternal lain yang membebani perekonomian Kanada.

NZD Lebih Dipengaruhi Ekonomi China dan Global

Sementara itu, pergerakan dolar Selandia Baru (NZD) memiliki karakteristik berbeda dibandingkan AUD dan CAD. Pengaruh komoditas terhadap NZD cenderung lebih tidak langsung karena struktur ekspor Selandia Baru lebih banyak ditopang sektor pertanian.

“Untuk NZD, pengaruh komoditas lebih tidak langsung karena ekspor Selandia Baru lebih banyak berasal dari sektor pertanian, sehingga faktor suku bunga dan kondisi ekonomi China/global lebih dominan,” ujar Lukman.

Kondisi ekonomi global dan China menjadi perhatian bagi NZD karena perubahan permintaan global dapat memengaruhi kinerja ekspor Selandia Baru. Di sisi lain, ekspektasi suku bunga juga menjadi faktor penting dalam menentukan daya tarik NZD bagi investor.

Arah The Fed Tetap Jadi Faktor Penting

Meskipun memiliki struktur ekonomi dan komoditas ekspor yang berbeda, AUD, CAD, dan NZD tetap tidak terlepas dari pergerakan dolar AS serta arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Pergerakan IHSG di September 2026 Berpotensi Loyo, Cek Rekomendasi Saham Pilihannya

Perbedaan tingkat suku bunga antara Amerika Serikat dan Australia, Kanada, maupun Selandia Baru dapat memengaruhi arus modal global. Ketika ekspektasi suku bunga AS meningkat, dolar AS berpotensi memperoleh dukungan dan memberikan tekanan terhadap mata uang lainnya.

Sebaliknya, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed dapat mengurangi tekanan terhadap mata uang komoditas, terutama apabila kondisi fundamental ekonomi negara masing-masing tetap solid.

Lukman mengatakan, risiko terbesar bagi mata uang komoditas adalah penguatan USD secara berkelanjutan apabila The Fed kembali lebih hawkish, terutama jika inflasi AS tetap tinggi.

Selain kebijakan moneter AS, perlambatan ekonomi global maupun China juga menjadi risiko yang perlu dicermati. Pelemahan aktivitas ekonomi dapat mengurangi permintaan terhadap komoditas, yang pada akhirnya berpotensi menekan mata uang negara-negara berbasis komoditas.

Advertisements

Also Read

Tags