BANYU POS JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026. Pendapatan usaha emiten produsen batubara termal tersebut mencapai US$ 2,55 miliar, meningkat 6,25% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan US$ 2,40 miliar pada semester I-2025.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha AADI pada semester I-2026 berasal dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara yang mencapai US$ 2,38 miliar.
Selanjutnya, pendapatan usaha dari segmen logistik tercatat sebesar US$ 300,37 juta. Kemudian, penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa penunjangnya menyumbang US$ 44,21 juta, sementara pendapatan lainnya mencapai US$ 33,50 juta.
Total pendapatan dari sejumlah segmen tersebut kemudian dikurangi dengan eliminasi sebesar US$ 211,63 juta.
Dari sisi beban, AADI membukukan beban pokok pendapatan sebesar US$ 1,76 miliar pada semester I-2026. Beban tersebut meningkat 3,53% yoy dibandingkan US$ 1,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi Pelanggaran Pasar Modal
Kenaikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban pokok pendapatan turut menopang peningkatan laba bruto AADI. Pada semester I-2026, laba bruto perseroan mencapai US$ 782,70 juta, naik 12,53% yoy dibandingkan US$ 695,52 juta pada semester I-2025.
Laba usaha AADI juga mengalami pertumbuhan 9,44% yoy menjadi US$ 729,50 juta pada semester I-2026, dibandingkan US$ 666,54 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 473,77 juta. Realisasi tersebut meningkat 10,52% yoy dibandingkan laba bersih pada semester I-2025 yang mencapai US$ 428,68 juta.
Hingga akhir semester I-2026, total aset AADI tercatat sebesar US$ 6,32 miliar. Aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,39 miliar dan ekuitas sebesar US$ 3,93 miliar.




