Harga Emas Spot Diprediksi Masih Tertekan, Ini Level Supportnya

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Pergerakan harga emas di pasar spot diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan dalam jangka pendek.

Advertisements

Melansir Trading Economics pada Rabu (2/9) pukul 12.25 WIB, harga emas di pasar spot bertengger di level US$ 4.309 per ons troi atau melemah 0,43% secara harian dan 6,22% dalam sepekan terakhir.

Menurut Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit, emas pada time frame Daily masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support US$ 4.237 hingga US$ 4.204 per ons troi. Meski demikian, penurunan tersebut masih tergolong sebagai koreksi yang wajar karena harga sedang membentuk secondary trend setelah sebelumnya mengalami pergerakan naik.

Advertisements

IHSG Berbalik Turun 0,28% di Sesi I Rabu (2/9), Saham ADMR hingga ADRO Jadi Pemberat

“Selama area support tersebut mampu menahan tekanan jual, peluang emas untuk kembali mengikuti tren utamanya masih terbuka,” ujar Geraldo dalam riset yang diterima Kontan, Rabu (2/9/2026).

Pada grafik harian, Dupoin Futures melihat pergerakan harga emas saat ini belum menunjukkan perubahan tren utama secara signifikan. Pelemahan yang terjadi lebih mencerminkan pembentukan secondary trend atau tren sekunder di tengah pergerakan harga sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat koreksi yang sedang berlangsung belum secara otomatis menjadi sinyal pembalikan tren jangka panjang.

Secara teknikal, Dupoin Futures menilai trader perlu membedakan antara koreksi dan perubahan tren. Penurunan harga dalam suatu tren tidak selalu menunjukkan bahwa tren utama telah berakhir. Dalam kasus XAUUSD saat ini, pergerakan bearish masih dipandang sebagai secondary trend selama area support yang menjadi acuan belum ditembus secara signifikan.

Oleh karena itu, Geraldo menempatkan level support tersebut sebagai zona penting dalam menentukan apakah koreksi akan berakhir atau justru berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh dinamika pasar energi dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga minyak setelah kembali terjadi eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Transaksi Kripto Turun, Jumlah Investor RI Justru Naik Menjadi 22,93 Juta Akun

Harga minyak dilaporkan meningkat lebih dari US$ 4 per barel, sehingga pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi yang berasal dari sektor energi.

Kenaikan harga minyak dapat memberikan dampak terhadap ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter. Dupoin Futures melihat perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena peningkatan risiko inflasi dapat mempengaruhi pandangan pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

“Jika tekanan inflasi semakin tinggi, peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dapat kembali diperhitungkan oleh investor,” jelasnya.

Selain harga minyak, yield Treasury AS juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas. Menurut Dupoin Futures, kenaikan yield dapat memberikan tekanan terhadap emas karena instrumen Treasury menawarkan imbal hasil kepada investor.

Ketika yield meningkat, daya tarik aset yang menghasilkan bunga dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pergerakan yield karenanya perlu diperhatikan bersamaan dengan perkembangan harga emas.

Garuda Indonesia (GIAA) Gelar RUPSLB 8 Oktober, Ini Kelanjutan Nasib Direktur Niaga

Pergerakan dolar AS juga tidak dapat dipisahkan dari prospek emas. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat mempengaruhi kekuatan dolar sekaligus harga emas spot. Di tengah faktor tersebut, risiko geopolitik menjadi salah satu sentimen yang berpotensi menahan tekanan terhadap emas.

“Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan ekspektasi suku bunga menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat berikutnya. Data tersebut dapat menjadi salah satu indikator yang digunakan pasar untuk memperkirakan arah kebijakan The Fed,” pungkasnya.

Advertisements

Also Read

Tags