KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,47% ke level 6.636 pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Meski terkoreksi pada perdagangan terakhir, IHSG tercatat menguat 1,82% sepanjang pekan ini.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan berlangsung fluktuatif. Penguatan indeks didorong sejumlah sentimen domestik dan global, di tengah investor yang mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), arus dana asing, serta kondisi geopolitik.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan terdapat beberapa sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan. Salah satunya adalah rebalancing MSCI yang berlangsung pada akhir Agustus.
Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Emiten Properti di Era Suku Bunga Tinggi
Selain itu, pasar turut mencermati rilis data ketenagakerjaan AS atau non-farm payrolls (NFP). Ekspektasi terhadap kebijakan The Federal Reserve (Fed) yang lebih dovish juga menjadi sentimen positif bagi pasar karena berpotensi menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi.
Herditya juga mencatat adanya aliran dana asing ke pasar Indonesia. Hingga perdagangan Kamis, investor asing tercatat membukukan net buy atau beli bersih sebesar Rp 2,7 triliun disertai penguatan nilai tukar rupiah.
Namun, penguatan IHSG mulai tertahan pada perdagangan Jumat. IHSG sempat menguji level 6.704 sebelum akhirnya ditutup di level 6.636. Pelemahan terutama terjadi pada sektor transportasi yang turun 1,09%, konsumer non-primer 1,07%, dan teknologi 0,76%.
Sebaliknya, sektor energi menguat 0,22%, konsumer primer 0,19%, dan perindustrian 0,18%. Rupiah juga menguat 0,11% ke level Rp17.630 per dolar AS.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pergerakan IHSG pada Jumat cenderung terbatas.
Kondisi tersebut terjadi di tengah minimnya katalis domestik. Secara teknikal, Stochastic RSI yang telah memasuki area overbought dan histogram MACD yang mulai mendatar turut menunjukkan adanya potensi tertahannya penguatan IHSG.
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (1/9)
Untuk pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih rentan mengalami koreksi. Ia menempatkan level support di 6.337 dan resistance di 6.786.
Menurut Herditya, pasar akan mencermati sejumlah sentimen, terutama rilis data inflasi Amerika Serikat berupa Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Data tersebut dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed.
Selain itu, perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta rilis cadangan devisa Indonesia juga akan menjadi perhatian investor.
Simak Rekomendasi Saham Yang Menarik Dicermati untuk Pekan Depan
Untuk saham yang dapat dicermati pekan depan, Herditya merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
SSMS Chart by TradingView




