IHSG akhir pekan ditutup merosot, apa faktor yang buat pasar saham RI tertekan?

Hikma Lia

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,73% atau 47,96 poin ke level 6.541 pada penutupan perdagangan Jumat (11/9). Analis menilai terdapat sejumlah faktor dari sentimen global yang mempengaruhi pasar modal RI. 

Advertisements

Analis menilai eskalasi perang di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak hingga US$ 100 per barel dan kemungkinan naiknya suku bunga The Fed menjadi pemicu koreksi selama dua hari berturut-turut. Bukan hanya IHSG yang parkir di zona merah hari ini. Bursa global juga bergerak di zona merah secara berjamaah.

Senior teknikal analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, eskalasi perang di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang cukup dominan terhadap pelemahan IHSG. Sebab dampaknya merembet ke harga minyak, inflasi, ekspektasi suku bunga global hingga pergerakan rupiah.

Advertisements

“Saya melihat penurunan IHSG dua hari beruntun bukan semata-mata karena perang Timur Tengah, melainkan kombinasi antara eskalasi geopolitik, lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, tekanan rupiah, kenaikan yield global serta aksi profit taking,” kata Nafan kepada Katadata.co.id, Jumat (11/8).

Di pekan depan, Nafan melihat arah IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan konflik dan harga minyak. Apabila tensi mereda dan harga brent kembali turun, tekanan risk off berpotensi berkurang sehingga IHSG punya ruang untuk rebound.

Senada, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menyatakan kenaikan harga minyak yangd isebabkan eskalasi perang Timur Tengah dan kemungkinan naiknya suku bunga The Fed menjadi penyebab merosotnya bursa saham.

“70% probabilitas The Fed akan naikkan suku bunga,” kata dia.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 30,14  miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,92 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.470 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 14,3 triliun. 

Sebanyak 183 saham ditutup naik, 453 ditutup turun dan 153 saham tidak bergerak pada perdagangan hari ini.

Sepuluh dari sebelas sektor yang ada di bursa ditutup di zona merah. Saham energi turun 1,22% secara sektoral. Di dalamnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merosot 4,06% ke level 945, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melemah 2,01% ke level 146 dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 2,74% ke level 1.600.

Sementara itu, saham bank jumbo juga berguguran. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,56% ke level 6.325,PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 1,51% ke level 3.270 dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,23% ke level 4.360..

Indeks di kawasan Asia ditutup merah hari ini. Indeks bursa Nikkei Jepang turun 1,87% ke level 64.050, Hang Seng terkoreksi 0,79% ke 24.758, Kospi Korea Selatan berkurang 1,76% ke level 6.909 dan Shanghai Composite turun 1,18% ke level 3.888. 

Daftar top gainer hari ini: 

  • PT Link Net Tbk (LINK) naik 6,91% ke level 1.780.
  • PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 4,79% ke level 3.720.
  • PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 3,68% ke level 197.

Daftar top loser hari ini:

  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) turun 8,16% ke level 2.250.
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 7,69% ke level 2.880.
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turun 5,85% ke level 805.
Advertisements

Also Read

Tags