Katadata Luncurkan KESGI 50: Indeks Saham ESG Terbaru untuk Investor

Hikma Lia

Jakarta, IDN Times – Katadata akan meluncurkan Katadata ESG 50 Index (KESGI 50), indeks yang menggabungkan kinerja keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) dengan fundamental dan kondisi pasar emiten.

Advertisements

Co-founder sekaligus Chief Content Officer Katadata Heri Susanto mengatakan, KESGI 50 dirancang untuk membantu investor menemukan emiten yang tidak hanya memiliki kinerja ESG yang baik, tetapi juga memiliki fundamental bisnis dan kondisi keuangan yang sehat.

“Selain informasi performa ESG, investor juga butuh informasi emiten ESG mana yang juga memiliki fundamental sehat dan bankable. KESGI 50 hadir untuk menjembatani dua kebutuhan itu sekaligus,” kata Heri dalam Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2026 dikutip, Sabtu (19/9/2026).

Advertisements

1. KESGI 50 dibangun dengan mempertimbangkan sejumlah aspek

Heri menjelaskan, KESGI 50 dibangun dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Pertama, performa ESG yang mengacu pada metodologi Katadata ESG Insight (KESGI).

Kedua, kualitas fundamental emiten. Ketiga, kelayakan pasar yang mencakup aspek seperti likuiditas dan free float. Selain itu, KESGI 50 turut mempertimbangkan valuasi pasar untuk membedakan emiten berkualitas dengan valuasi yang menarik.

Menurut Heri, KESGI 50 akan menjadi pelengkap bagi sejumlah indeks ESG yang telah tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Namun, KESGI 50 memiliki pendekatan yang berbeda karena menggunakan data lokal Indonesia untuk mengukur kinerja ESG dan mengaitkannya dengan kondisi pasar.

“Bagi investor, KESGI 50 menjadi filter yang lebih andal untuk emiten yang ESG-nya sehat sekaligus performa finansial yang andal,” ujar Heri.

2. KESGI 50 bisa jadi acuan investor tentukan investasi

Sementara itu, Co-founder sekaligus CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, peluncuran KESGI 50 akan dilakukan dalam waktu dekat. Rencananya, peluncuran indeks tersebut digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, Katadata telah meluncurkan dashboard Katadata ESG Insight pada April 2026. Dashboard tersebut digunakan untuk mengukur kinerja keberlanjutan emiten melalui sekitar 100 indikator.

Metta mengatakan, KESGI 50 nantinya dapat menjadi salah satu acuan bagi investor dalam menentukan pilihan investasi.

“Jadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,” kata Metta.

3. Katadata dorong keberlanjutan melalui kegiatan usaha seluruh sektor

Metta menjelaskan sudah saatnya keberlanjutan atau sustainability menjadi aksi nyata, alih-alih jargon semata. Aksi nyata itu, menurut Metta, dapat diwujudkan melalui kebijakan pemerintah maupun kegiatan usaha di seluruh sektor. Dia berharap, aksi nyata terkait keberlanjutan dapat didiskusikan dalam Katadata SAFE 2026.

“Mudah-mudahan kita semua bisa membicarakan banyak hal, mungkin saya ingin titip, agar bisa membicarakan hal-hal yang konkret,” ucapnya.

BEI Luncurkan Indeks Saham Hijau Baru, TOBA-HGII Jadi Pengisi Pertama InJourney Raih Platinum ESG Excellence Award 2026, Ini Komitmennya 3 Fakta Kelas Menengah RI dari Riset KIMCI Katadata 2026

Advertisements

Also Read

Tags