BANYU POS Nilai tukar rupiah dan won Korea Selatan memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2026).
Mengacu data Reuters pada pukul 02.20 GMT, rupiah berada di level Rp17.900 per dolar AS, melemah 0,59% dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di Rp17.795 per dolar AS.
Pelemahan rupiah tersebut menjadi yang terdalam di antara mata uang Asia dalam daftar Reuters, disusul won Korea Selatan yang turun 0,55% menjadi 1.373,33 won per dolar AS dari sebelumnya 1.365,74 won.
IHSG Melemah ke 6.334,6 di Pagi Ini (24/9), Top Losers LQ45: INDY, DEWA, BUMI
Dolar Taiwan juga melemah 0,36% menjadi 31,830 per dolar AS. Sementara itu, ringgit Malaysia turun 0,24%, baht Thailand melemah 0,13%, peso Filipina turun 0,10%, dan yuan China terkoreksi 0,09%.
Di sisi lain, yen Jepang menguat 0,23% menjadi 157,92 per dolar AS. Dolar Singapura juga relatif stabil dengan penguatan 0,07%.
Secara kumulatif sepanjang 2026, rupiah masih menjadi salah satu mata uang Asia yang mencatat pelemahan cukup dalam terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Reuters, rupiah berada di Rp17.755 per dolar AS atau melemah 6,11% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp16.670.
Pelemahan rupiah secara tahunan tersebut lebih besar dibandingkan rupee India yang terdepresiasi 5,81% dan peso Filipina yang turun 4,79%.
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.871 Per Dolar AS Hari Ini (24/9), Mayoritas Asia Turun
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia masih mencatat penguatan terhadap dolar AS sepanjang tahun ini. Won Korea menguat 4,39%, yuan China naik 3,97%, dolar Singapura menguat 1,16%, dan ringgit Malaysia naik 0,75%.
Pergerakan mata uang Asia pada Kamis berlangsung di tengah dinamika dolar AS dan pasar keuangan global yang masih mencermati arah kebijakan moneter AS serta perkembangan ekonomi dan perdagangan global.




