IHSG ambles 1,20%, analis proyeksi uji support 6.200 – 6.254 pada Jumat (25/9)

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026). IHSG ditutup ambles 1.20% ke level 6.298,61.

Advertisements

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan jual investor asing, kenaikan harga minyak, serta hasil US treasury.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan IHSG menunjukkan adanya aksi profit taking setelah rebound signifikan pada perdagangan sebelumnya. 

Advertisements

IHSG Tertekan Sentimen Global, Cermati Proyeksi dan Saham Rekomendasi Analis

”Tekanan jual investor asing masih cukup kuat hingga jeda perdagangan, dengan net sell sekitar Rp 987 miliar di pasar reguler. Sejumlah saham big banks seperti BMRI dan BBRI, serta TLKM, menjadi sasaran aksi jual investor asing.” Ucap Nafan kepada Kontan (24/9/2026)

Analis Nafan memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6254 dan 6146 serta resistance 6.352 dan 6.429.

  BMRI Chart by TradingView  

Tekanan juga datang dari pasar global. Bursa Wall Street sebelumnya ditutup melemah, sementara kenaikan hasil yield US Treasury meningkatkan perhatian investor terhadap ruang pelonggaran kebijakan The Fed.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai bahwa kenaikan harga minyak dan yield US Treasury menjadi sentimen negatif.

Emiten Ramai-Ramai Suntik Modal kepada Anak Usaha, Saham Mana yang Menarik?

Ia mengatakan IHSG ditutup di bawah MA5 dan MA100. Sementara itu, histogram MACD masih bergerak di area negatif dan Stochastic RSI berada di area oversold.

Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan IHSG kembali menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan Jumat (25/9). Ia menetapkan level 6.200 sebagai support dan 6.400 sebagai resistance.

Advertisements

Also Read

Tags