Yield SUN diprediksi bergerak di 7,05%-7,20%, seri FR0109 masih menarik

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan masih bergerak dalam rentang konsolidasi pada perdagangan hari ini (28/9/2026).

Advertisements

Ketegangan imbal hasil (yield) obligasi global serta fluktuasi harga minyak mentah masih menjadi bayang-bayang utama bagi pergerakan pasar obligasi domestik.

Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan memproyeksikan, pergerakan yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun akan berada di kisaran 7,05% hingga 7,20%.

Advertisements

“Melihat perkembangan terkini di pasar global maupun domestik, kami memperkirakan yield Indo-GB tenor 10 tahun akan bergerak dalam kisaran 7,05%-7,20% untuk hari ini,” kata Ridwan dalam risetnya, Senin (28/9/2026).

Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) Anjlok 14% Jadi Rp 43 Hari Ini (28/9)

Pada penutupan pekan lalu, pergerakan yield SUN ditutup naik 1–3 bps secara keseluruhan akibat aksi profit-taking investor.

Hal ini terdorong oleh peningkatan yield obligasi global seiring antisipasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat, ditambah volatilitas harga minyak mentah yang kian tinggi.   

Meskipun secara umum mengalami kenaikan, pergerakan sepanjang kurva SUN sejatinya cukup bervariasi. Yield tenor pendek 1–2 tahun tercatat turun 1–3 bps.

Sementara itu, seri benchmark tenor 5 tahun ditutup di level 6,95% (+2,8 bps) dan tenor 10 tahun (FR0108) berakhir di level 7,08% (-0,7 bps).   

Aktivitas perdagangan obligasi pemerintah masih didominasi oleh beberapa seri utama. Nilai transaksi (outright turnover) tertinggi diraih oleh seri PBS003 sebesar Rp 8,47 triliun, disusul FR0109 sebesar Rp 2,26 triliun, dan FR0108 sebesar Rp 1,35 triliun.

Dari sisi frekuensi perdagangan, seri yang paling aktif ditransaksikan meliputi PBS030, FR0111, PBS003, ORI024T3, dan FR0109.   

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis 0,04% ke level Rp 17.893 per dolar AS.

Kendati membaik secara harian, rupiah tercatat melemah 0,31% dalam sepekan seiring aksi jual bersih (outflow) investor asing di pasar obligasi yang mencapai US$ 221,3 juta.   

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.940 Per Dolar AS Hari Ini (28/9), Mayoritas Asia Turun

Di sisi lain, lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatatkan lonjakan permintaan tajam dari Rp 30,5 triliun menjadi Rp 64,1 triliun.

Bank Indonesia meningkatkan jumlah penyerapan menjadi Rp 15,0 triliun, dengan tenor 12 bulan mendominasi hingga 95,6% dari total pemenang.

Yield pemenang untuk tenor 12 bulan tersebut melandai ke level 6,75% dari sebelumnya 6,93%.   

Untuk perdagangan hari ini, Senin (28/9/2026), Ridwan merekomendasikan sejumlah seri Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai menarik untuk dicermati investor, antara lain FR064, FR0104, FR0109, FR0103, dan FR0111.

Advertisements

Also Read

Tags