BANYU POS JAKARTA. Nilai tukar mata uang poundsterling (GBP) bergerak mendekati level $ 1,33 pada akhir September, pulih dari titik terendah tiga bulan di level US$ 1,32 yang sempat tercatat di awal pekan. Penguatan GBP berkat dukungan data produk domestik bruto (PDB) yang melampaui perkiraan serta pernyataan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengenai hubungan Inggris-Uni Eropa.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Rabu (30/9), Burnham membuka peluang untuk kembali bergabung dengan Uni Eropa setelah pemilihan umum berikutnya dan berjanji akan memaparkan berbagai opsi untuk menjalin hubungan yang lebih erat pada akhir tahun ini.
Sementara itu, data revisi menunjukkan bahwa PDB Inggris tumbuh sebesar 0,5% pada kuartal kedua, angka yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal sebesar 0,4%.
Para pengambil kebijakan di Bank of England (BoE) memberikan sinyal yang beragam. Alan Taylor menilai kenaikan suku bunga tidak mendesak untuk mengatasi guncangan energi, sedangkan Gubernur Andrew Bailey dan anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) lainnya mengisyaratkan dukungan terhadap kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi terus berlanjut.
Kendati demikian, nilai tukar poundsterling tetap melemah 2% terhadap dolar sepanjang bulan tersebut, karena pasar memperkirakan langkah pengetatan kebijakan moneter BoE akan tertinggal dibandingkan langkah Federal Reserve (The Fed).




