Rupiah menguat tipis, mayoritas mata uang Asia stabil, baht Thailand tertekan

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Mayoritas mata uang Asia bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (7/10/2026).

Advertisements

Di tengah pergerakan tersebut, rupiah justru menguat tipis, sementara baht Thailand menjadi mata uang Asia yang mencatat pelemahan harian terbesar.

Mengutip data Reuters, rupiah berada di level Rp17.875 per dolar AS pada pukul 02.06 GMT, menguat 0,08% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp17.890 per dolar AS.

Advertisements

Mayoritas Mata Uang Asia Stabil Selasa (6/10), Peso Filipina dan Won Korea Melemah

Pergerakan rupiah ini berlawanan dengan sebagian besar mata uang Asia lainnya. Yen Jepang melemah 0,16%, dolar Singapura turun 0,11%, won Korea Selatan melemah 0,13%, peso Filipina turun 0,13%, dan ringgit Malaysia melemah 0,02%.

Sementara itu, baht Thailand menjadi yang terlemah dengan penurunan 0,27% ke level 33,653 per dolar AS. Dolar Taiwan relatif stabil dengan pelemahan 0,01%, sedangkan rupee India tidak berubah di level 96,420 per dolar AS.

Namun, jika dilihat sejak awal 2026, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar. Rupiah telah melemah 6,74% dari level Rp16.670 per dolar AS pada akhir 2025 menjadi sekitar Rp17.875 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut masih lebih kecil dibandingkan rupee India yang turun 6,79%. Baht Thailand melemah 6,54%, peso Filipina turun 6,33%, sedangkan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,66%.

Rupiah Melemah ke Rp17.910, Won Korea dan Baht Thailand Ikut Tertekan

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang Asia dengan penguatan terbesar sepanjang 2026, yakni 7,52%. Yuan China juga menguat 4,22%, sementara dolar Singapura naik 0,53%.

Advertisements

Also Read

Tags