Kemenhub dan KAI matangkan investasi kereta logistik Kaltim

Hikma Lia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mematangkan kajian teknis serta perhitungan investasi pengembangan moda transportasi kereta api khusus logistik di Kalimantan Timur (Kaltim).

Advertisements

“Kementerian Perhubungan dan KAI terus merencanakan ini, mematangkan segala perhitungan karena pengembangan kereta ini membutuhkan perhitungan yang benar-benar detail,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Balikpapan, Kamis (8/10).

Menko AHY menyampaikan hal itu usai memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Advertisements

Ia menjelaskan perencanaan yang matang sangat krusial mengingat proyek jalur kereta api berkaitan langsung dengan penataan ruang, kapasitas fiskal daerah dan pusat, hingga kepastian investasi yang berkelanjutan.

Rencana pembangunan rel kereta api logistik di Kaltim memiliki rekam jejak panjang. Pada masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak periode 2008–2018, Pemprov Kaltim sempat bekerja sama dengan BUMN perkeretaapian Rusia, JSC Russian Railways, melalui anak usahanya PT Kereta Api Borneo.

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Kaltim mengirimkan puluhan mahasiswa ke St. Petersburg State Transport University di Rusia untuk mempelajari ilmu perkeretaapian sebagai calon sumber daya manusia (SDM) pengelola.

Proyek jalur kereta api logistik batu bara dan sawit itu juga sempat diresmikan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara, pada 19 November 2015.

Namun, pada Maret 2022, PT Kereta Api Borneo resmi mengundurkan diri dan membatalkan rencana investasi pengangkutan komoditas tersebut akibat kendala efisiensi bisnis dan kondisi ekonomi global.

Kini, pemerintah pusat kembali mengkaji ulang skema perkeretaapian di Kaltim guna mendukung efisiensi distribusi sumber daya alam serta konektivitas kawasan pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut AHY, moda transportasi kereta api di berbagai negara telah menjadi tulang punggung konektivitas, terutama dalam menopang arus distribusi barang dan angkutan logistik skala besar.

Kaltim memiliki potensi komoditas melimpah seperti batu bara hingga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang membutuhkan moda transportasi tangguh untuk menjangkau berbagai kawasan industri dan pelabuhan.

Peningkatan kapasitas moda transportasi logistik tersebut diarahkan untuk menghubungkan rantai pasok ke pasar domestik maupun kebutuhan ekspor ke pasar global.

Advertisements

Also Read

Tags