Harga emas dunia menguat, pasar cermati arah suku bunga The Fed dan utang AS

Hikma Lia

BANYU POS NEW YORK. Harga emas dunia menguat tipis pada Kamis (8/10/2026) setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan pada perdagangan sebelumnya.

Advertisements

Kenaikan ini terjadi ketika investor mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang belum pasti, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap utang pemerintah Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.126,78 per ons pada pukul 14.16 waktu setempat. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,4% ke US$ 4.157 per ons.

Advertisements

Harga Emas Tertekan, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Sebelumnya, harga emas spot menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada Rabu (7/10/2026), tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun.

Dolar AS dan imbal hasil obligasi tersebut masih bertahan tinggi selama dua sesi berturut-turut.

Strategis komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, menilai kenaikan imbal hasil obligasi mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap besarnya utang pemerintah.

Kondisi ini berpotensi mendukung permintaan emas sebagai aset alternatif terhadap mata uang fiat dan aset pemerintah.

Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan moneter The Fed turut memengaruhi pergerakan harga emas.

Harga Emas Naik Tipis, Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed

Risalah rapat The Fed bulan September menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pejabat mengenai perlunya kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Sebagian pejabat menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk meredam dampak kenaikan harga energi dan guncangan harga lainnya.

Sementara itu, kelompok yang lebih hawkish memandang kenaikan suku bunga perlu dilakukan untuk mengantisipasi tekanan inflasi akibat peningkatan permintaan.

“Belum ada jalur kebijakan yang benar-benar pasti, sehingga pasar emas cenderung lebih volatil,” kata Shah.

Gubernur The Fed Christopher Waller pada Kamis juga menyatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan.

Namun, ia menegaskan bahwa bank sentral AS memiliki fleksibilitas dalam menentukan laju kenaikan dan masih membuka peluang untuk menahan suku bunga pada Oktober.

Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hanya 17%. Namun, probabilitas kenaikan pada Desember mencapai 81%.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Sebaliknya, kekhawatiran terhadap utang pemerintah dan ketidakpastian arah kebijakan moneter menjadi faktor yang dapat menopang permintaan emas.

Risiko geopolitik juga meningkat setelah Iran mengeluarkan peringatan akan memblokir jalur pelayaran di Selat Hormuz yang tidak mendapat izin.

Harga Emas Naik, Pasar Kurangi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kondisi ini meningkatkan risiko serangan dan intimidasi terhadap kapal tanker yang mengangkut pasokan penting melalui jalur tersebut.

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak spot turun 1,9% menjadi US$ 58,98 per ons. Sebaliknya, platinum naik 0,1% menjadi US$ 1.637,41 per ons dan paladium menguat 0,1% ke US$ 1.126 per ons.

Advertisements

Also Read

Tags