BANYU POS – , JAKARTA — PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) berencana melepas 50% saham anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom/SAS), kepada Denico Food Ingredients, perusahaan bahan baku pangan asal Denmark. Transaksi ini menjadi langkah SMLE untuk memperluas bisnis bahan baku pangan olahan melalui kemitraan strategis dengan mitra internasional.
“Denico mengambil 50% saham PT Sinar Aroma Sentosa [SAS] untuk membangun platform bahan pangan regional,” tulis manajemen SMLE dalam keterbukaan informasi, dikutip Bisnis, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan materi public expose insidentil SMLE yang dijadwalkan pada 13 Oktober 2026, Denico akan mengambil alih saham Sinarom dari pemegang saham saat ini. Dengan skema tersebut, transaksi tidak dilakukan melalui pembentukan perusahaan patungan atau joint venture baru. “Tujuan [divestasi] memperkuat Sinarom melalui gabungan kapabilitas, portofolio, jaringan, dan keahlian,” tulis manajemen SMLE.
Adapun, SMLE diketahui akan tetap menjadi pengendali Sinarom dengan kepemilikan 50% saham, sedangkan Denico akan menguasai 50% saham lainnya. Sementara itu, nilai transaksi masih dalam tahap penentuan dan akan mengacu pada hasil penilaian pihak ketiga independen.
Perseroan menyebutkan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pelaksanaan uji tuntas (due diligence), penandatanganan perjanjian definitif, serta pemenuhan persetujuan regulator dan pemegang saham yang dipersyaratkan.
Melalui transaksi tersebut, SMLE menargetkan pengembangan Sinarom sebagai pusat penciptaan nilai (value creation hub) yang mengintegrasikan kegiatan pencampuran bahan (blending), pengembangan aplikasi produk, serta penelitian dan pengembangan (R&D).
Sebagai gambaran, Denico merupakan perusahaan bahan baku pangan yang berdiri di Denmark pada 2001. Perusahaan tersebut mengelola lebih dari 800 jenis bahan baku dan memiliki keahlian dalam pengembangan solusi untuk industri pengolahan daging, unggas, serta produk olahan susu.
Kemitraan ini akan diarahkan untuk mengembangkan tiga lini bisnis Sinarom, yakni bahan fungsional untuk daging olahan dan unggas, mayones dan saus, serta produk olahan susu. Pengembangan produk mencakup bahan untuk nugget, sosis, bakso, berbagai jenis saus, yoghurt, es krim, hingga gelato.
Dari sisi ekspansi, SMLE menargetkan Indonesia menjadi basis produksi dan pasar utama sebelum memperluas jangkauan ke Asia Tenggara, Asia Timur, dan kawasan Asia lainnya. Perseroan juga membidik pasar Timur Tengah dan Afrika Utara dengan memanfaatkan jaringan Denico di Dubai.
SMLE berharap agar kemitraan tersebut dapat memperluas portofolio produk, meningkatkan kapabilitas teknis, serta membuka akses ke jaringan pasar internasional. Namun, perseroan belum mengungkapkan nilai final transaksi maupun jadwal penyelesaian pengambilalihan saham Sinarom tersebut. “Perkembangan pelaksanaan akan disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik,” jelas perseroan.




