Boy Thohir akui nyangkut 1 miliar lembar saham GOTO, pilih cut loss atau hold?

Hikma Lia

Pengusaha sekaligus Presiden Direktur Grup Alamtri Garibaldi Thohir atau dikenal Boy Thohir mengungkapkan posisi kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Saat ini ia masih menggenggam 1 miliar saham GOTO sejak perusahaan itu mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia hingga hari ini. 

Advertisements

Boy Thohir mengatakan meski harga saham GOTO sudah turun menjadi Rp 27 keputusan untuk melepas saham itu tidak sesederhana itu. Ia mengaku sudah rugi besar di saham GOTO alias nyangkut. 

“Enggak juga as simple as mau cut loss, cut loss-nya terlalu banyak. Jadi saya bilang udahlah diamin aja nanti kita liat,” kata Boy Tohir dalam kanal Youtube The Overpost Leon Hartono, dikutip Selasa (13/10).  

Advertisements

Menurut Boy, dalam hidup maupun bisnis ada kalanya seseorang mendapat untung dan ada kalanya merugi. Meski rugi di saham GOTO, ia mengaku masih kagum ke emiten teknologi dan transportasi itu, terutama Gojek.

Ia membandingkan perkembangan Gojek dengan Astra yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Menurutnya, Gojek melalui teknologi mampu menciptakan lapangan kerja yang sebelumnya tidak ada.

“How this anak-anak muda ini bisa create sesuatu yang wah,” kata Boy Thohir.

Namun, ia menilai bisnis tidak bisa dibangun secara instan. Ia juga menekankan prinsip dasar berdagang, yakni membeli dengan harga murah dan menjual dengan harga mahal. Selain itu, menurutnya, pelaku usaha perlu memperhatikan arus kas atau cash flow, yakni keseimbangan antara uang masuk dan uang keluar.

“Jadi saya bilang kayaknya bener itu deh fundamentalnya itu deh, beli murah jual mahal,” kata Boy Thohir. 

Adapun saham GOTO pada perdagangan intraday hari ini, Selasa (13/10) pukul 15:39 WIB stagnan di Rp 27 dengan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 30,80 triliun. Dalam sebulan terakhir juga terperosok hingga 46% dan secara year to date (ytd) anjlok hingga 57,81%. 

Berdasarkan prospektus IPO GOTO, saat perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022, Boy Thohir tercatat menggenggam 1,05 miliar saham seri A GOTO atau setara dengan sekitar 0,08% dari total saham perusahaan.

Sebelumnya Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, mengatakan harga saham GOTO saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. 

“Penurunan harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp 50,” katanya dalam keterangan resmi. 

Ia juga menyebut kinerja bisnis perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal kedua 2026, GOTO mencetak laba bersih sebesar Rp 252 miliar, mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp 1 triliun.  

“Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” ucapnya.

Advertisements

Also Read

Tags