Bibit terus perkuat literasi reksa dana

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. PT Bibit Tumbuh Bersama mendukung penguatan literasi dan inklusi investasi di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya investasi serta mendorong akses investasi yang lebih luas dan mudah dijangkau.

Advertisements

Melalui edukasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital, Bibit berupaya membantu masyarakat mengenal berbagai instrumen investasi, termasuk reksa dana. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat berinvestasi secara bijak, disiplin, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

BANYU POS – memperkenalkan Systematic Investment Plan (SIP) atau metode nabung rutin sejak beberapa tahun lalu. Strategi ini mendorong masyarakat berinvestasi secara disiplin dan konsisten tanpa harus menyiapkan modal besar.

Advertisements

SIP menggabungkan konsep the Power of Compounding dan Dollar Cost Averaging (DCA), yakni investasi dengan nominal tetap secara berkala sesuai tujuan dan jangka waktu keuangan. Setoran dilakukan secara otomatis melalui autodebet sehingga investasi dapat berjalan lebih teratur.

SBR015 Resmi Ditawarkan, Bibit dan UOB Indonesia Bidik Penjualan Tinggi

Melalui strategi ini, investor berpeluang mengoptimalkan pertumbuhan dana dalam jangka panjang berkat efek bunga berbunga. Selain itu, investasi otomatis membantu menjaga konsistensi sekaligus mengurangi godaan mencairkan dana sebelum tujuan keuangan tercapai.

Terbaru, Bibit mendukung penguatan literasi dan inklusi investasi melalui program Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) lewat Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Yogyakarta pada 8–9 Oktober 2026. Program tersebut merupakan pengembangan SIP yang dijalankan Bibit.

Kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang reksa dana syariah, akses investasi, dan perlindungan investor.

Yogyakarta menjadi kota pertama dalam rangkaian SOSEDU Reksa Dana Syariah semester II-2026 yang direncanakan berlangsung di lima kota, yakni Yogyakarta, Cirebon, Kendari, Palembang, dan Balikpapan, sebelum ditutup di Jakarta.

Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto menyebutkan, jumlah investor reksa dana di DIY mencapai 375.672 SID pada Agustus 2026, tumbuh 40,16% secara tahunan.

Sementara itu, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 32,17 juta pada akhir September 2026, meningkat lebih dari 50% sejak awal tahun.  “Perkembangan jumlah investor reksa dana secara nasional dan di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan meningkatnya pertimbangan masyarakat terhadap reksa dana,” ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Bibit.id Dukung Program PINTAR Reksa Dana

Sebagai mitra program, Bibit memberikan edukasi kepada wartawan, mahasiswa, komunitas, dan pelajar. Head of PR & Corporate Communication Bibit.id William mengatakan, pertumbuhan investor perlu diimbangi pemahaman mengenai produk, risiko, dan kesesuaian investasi dengan tujuan keuangan.

“Inklusi tidak berhenti pada kemudahan membuka akses investasi. Masyarakat juga perlu memahami produk yang dipilih, risiko yang menyertainya, dan bagaimana investasi tersebut dapat mendukung tujuan keuangan mereka,” ujar William.

Menurutnya, edukasi berkelanjutan dan teknologi digital berperan penting dalam memperluas akses investasi. Kebiasaan berinvestasi rutin juga dapat membantu membangun disiplin keuangan jika dilakukan sesuai kemampuan dan profil risiko masing-masing.

Advertisements

Also Read

Tags