IHSG diramal masih melemah, analis rekomendasikan saham EMAS, PTBA, hingga ADRO

Hikma Lia

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan turun pada perdagangan Rabu (14/10). Meski begitu, analis merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dicermati, seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hingga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Advertisements

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG masih berpotensi melemah. Secara teknikal, candle terakhir membentuk hammer di area support 5.850–5.800, membuka peluang technical rebound. Namun MACD masih menunjukkan momentum bearish sehingga konfirmasi penguatan tetap diperlukan. 

“Jika support ditembus, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750, sementara resistance terdekat berada di 6.000–6.020,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip Rabu (14/10).

Advertisements

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, perhatian tertuju pada CPI AS September dengan konteks inflasi tahunan 3,6%, naik dari 3,4% pada Agustus. 

Realisasi ekspektasi di atas berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta aliran dana asing. Perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI juga masih perlu dipertimbangkan.

Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sementara itu Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Menurut dia, secara teknikal, tekanan penurunan IHSG diperkirakan mulai terbatas karena indeks telah mencapai area wave (X) dengan level support paling krusial berada di 5.851. Dengan demikian, peluang terjadinya rebound sementara mulai terbuka. 

“Namun berdasarkan indikator teknikal, Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mulai mengalami penurunan,” kata Nafan.

Untuk perdagangan hari ini (14/10), kata dia, IHSG masih memiliki peluang technical rebound yang selektif, karena tekanan jual belum sepenuhnya mereda meskipun investor asing kembali mencatatkan net buy pada perdagangan kemarin.

Advertisements

Also Read

Tags