Harga emas dunia anjlok 1,6%, inflasi AS picu ekspektasi kenaikan bunga The Fed

Hikma Lia

BANYU POS  Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (14/10/2026), memperpanjang pelemahan selama tiga sesi berturut-turut.

Advertisements

Tekanan datang setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Kepercayaan Investor Jadi Taruhan, IICD Umumkan 35 Emiten dengan Tata Kelola Unggul

Advertisements

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,6% menjadi US$ 4.091,06 per ons troi pada pukul 11.30 waktu setempat atau 15.30 GMT. Harga tersebut merupakan level terendah sejak 7 Oktober 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 1,5% ke posisi US$ 4.112,90 per ons troi.

Data inflasi yang lebih tinggi turut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks dolar AS naik 0,7%, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, data inflasi terbaru meningkatkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

“Pada titik ini, data tersebut mengindikasikan bahwa The Fed lebih mungkin menaikkan suku bunga,” ujar Meger, merujuk pada inflasi indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) yang lebih tinggi dari perkiraan dan masih berada di atas target bank sentral AS.

IHSG Rebound ke 5.943, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (14/10)

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS sekaligus menambah tekanan terhadap harga emas.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, CPI naik 0,6% pada September 2026, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus.

Data tersebut mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober meningkat menjadi sekitar 42%, dari sebelumnya sekitar 22% sebelum data inflasi dirilis.

Pasar juga memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 93%.

Kenaikan suku bunga cenderung menekan harga emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Ketika suku bunga meningkat, aset berbunga seperti obligasi menjadi relatif lebih menarik bagi investor.

Asing Net Sell Rp 1,13 Triliun Saat IHSG Rebound, Cek Saham yang Banyak Dilepas

Meski demikian, Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman mengatakan, bank sentral masih memiliki waktu untuk mengamati perkembangan pasar keuangan dan perekonomian setelah kenaikan suku bunga pada September sebelum memutuskan langkah kebijakan berikutnya.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik turut menjadi perhatian pasar komoditas. Harga minyak naik pada Rabu setelah terjadi serangan terhadap kantor pusat perusahaan minyak milik negara Arab Saudi.

Pejabat Iran juga mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya menggunakan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal, dengan tujuan mempertahankan harga minyak tetap tinggi dan memengaruhi pemilihan paruh waktu AS.

Dalam jangka panjang, emas masih berpotensi mendapat dukungan dari permintaan bank sentral dan kekhawatiran terhadap peningkatan utang pemerintah AS.

IHSG di Fase Downtrend, Cek Rekomendasi Analis pada Perdagangan Kamis (15/10)

Analis Julius Baer Carsten Menke mengatakan, pembelian emas oleh bank sentral yang masih kuat serta kekhawatiran terhadap utang AS dan meningkatnya beban bunganya dapat kembali menopang harga emas.

Tekanan jual juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 5,6% menjadi US$ 56,13 per ons troi. Platinum melemah 3,3% ke US$ 1.609,19 per ons troi, sedangkan paladium turun 2,3% menjadi US$ 1.100,22 per ons troi.

Advertisements

Also Read

Tags