BANYU POS – JAKARTA. Harga emas rebound pada Kamis (15/10/2026) pagi, setelah terkoreksi tiga hari berturut-turut. Pukul 07.40 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.159,90 per ons troi, naik 1,27% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.107,90 per ons troi.
Harga emas naik setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan kemarin, menyusul data inflasi yang tinggi, yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
Mengutip Reuters, Kamis (15/10/2026), harga konsumen AS meningkat lebih cepat pada bulan September seiring dengan lonjakan harga bensin, yang kembali memunculkan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir bulan ini.
Ada Pembagian Dividen dan Pembelian 10 Juta Saham, Harga IMPC Bangkit
Berdasarkan FedWatch Tool dari CME, probabilitas kenaikan suku bunga AS bulan ini berada di kisaran 32%, naik dari 22% sebelum data tersebut dirilis.
Pejabat Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan perlu menaikkan suku bunga jangka pendek lebih lanjut, meskipun ia mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga tidak diperlukan pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober.
Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi justru mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan bunga.
Harga Minyak Terkoreksi Kamis (15/10) Pagi, Kekhawatiran Pasokan Masih Membayangi
Kini, fokus investor tertuju pada data Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel yang akan dirilis hari ini.




