Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta memfasilitasi 10 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) fesyen binaan, untuk memperluas akses pasar melalui Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026. Ajang ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang kemitraan bisnis.
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan partisipasi UMKM dalam festival tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah produk fesyen lokal, dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Bank Indonesia Jakarta terus mendorong UMKM fesyen lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas akses pasar melalui penguatan kapasitas usaha serta jejaring kemitraan. Partisipasi dalam IN2MOTIONFEST 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan kreativitas wastra Nusantara sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi UMKM Jakarta,” ujar Iwan.
1. Sebanyak 10 UMKM binaan IN2MOTIONFEST
Sebanyak 10 UMKM binaan BI DKI Jakarta berpartisipasi dalam rangkaian IN2MOTIONFEST 2026 melalui kegiatan showcasing dan peragaan busana. Produk yang ditampilkan memadukan inovasi desain dengan kekayaan wastra Nusantara.
Melalui keikutsertaan tersebut, UMKM diharapkan dapat meningkatkan visibilitas merek dan memperkenalkan produk kepada masyarakat maupun pelaku industri fesyen. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun jejaring pemasaran dan menjajaki kemitraan bisnis.
2. IN2MOTIONFEST bagian ISEF
IN2MOTIONFEST 2026 merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
BI bersama Kementerian Perdagangan menghadirkan IN2MOTIONFEST melalui kolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Kolaborasi ini diarahkan untuk mengintegrasikan penguatan kapasitas usaha dengan perluasan akses pasar domestik dan internasional.
3. Perkuat daya saing ekonomi kreatif nasional
Iwan menerangkan pengembangan industri modest fashion menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia pada sektor modest fashion.
Capaian tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM fesyen lokal untuk mengembangkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, penguatan kapasitas usaha dan perluasan jejaring pemasaran tetap diperlukan agar produk lokal semakin kompetitif.
“Melalui pembinaan dan fasilitasi akses pasar, BI DKI Jakarta mendorong UMKM fesyen binaan agar dapat meningkatkan daya saing serta mengambil peluang dari perkembangan industri modest fashion, baik di dalam negeri maupun pasar global,” katanya.
Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Wisata Edukasi Tiap Dua Pekan Asap Karhutla Masuk Atmosfer Jakarta, DLH Perkuat Pengendalian Emisi Asap Karhutla ke Jakarta, Kualitas Udara Buruk Tembus 17,4 Kali Batas WHO




