Penjualan SBR015 capai Rp 17 triliun, total SBN ritel 2026 tembus Rp 141,32 triliun

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Pemerintah mencatat pemesanan sementara dari penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 yang resmi berakhir pada Kamis (22/10/2026) sekitar Rp 17 triliun. Dengan capaian tersebut, total penghimpunan dana dari enam seri surat berharga negara (SBN) ritel yang ditawarkan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai Rp 141,32 triliun.

Advertisements

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, angka pemesanan SBR015 masih bersifat sementara karena proses penyelesaian pembayaran berlangsung hingga pukul 13.00 WIB pada hari terakhir penawaran.

Hasil final penjualan, termasuk rincian masing-masing seri SBR015-T2 dan SBR015-T4, dijadwalkan diumumkan pada 26 Oktober 2026. Adapun penyelesaian transaksi atau setelmen dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

Advertisements

Laba Unilever Indonesia (UNVR) Melesat 25,96% di Kuartal III, Cek Rekomendasi Analis

“Dengan memperhitungkan estimasi hasil akhir penjualan SBR015, total penghimpunan dana dari enam seri SBN ritel yang ditawarkan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai Rp 141,32 triliun, sejalan dengan target pemerintah,” kata Suminto kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).

Sebelum SBR015, pemerintah telah menghimpun Rp 14,44 triliun dari ORI029, Rp 40 triliun dari ORI030, Rp 17,49 triliun dari SR024, Rp 22,62 triliun dari ST016, serta Rp 29,77 triliun dari SR025.

Penyerapan Tenor Dua Tahun Lebih Tinggi

Berdasarkan data mitra distribusi Bibit pada Kamis (22/10/2026) pukul 09.59 WIB, kuota SBR015 tenor dua tahun (T2) tersisa 3,4%, sedangkan tenor empat tahun (T4) masih tersisa 43,2%.

Pemerintah menetapkan kuota nasional SBR015-T2 sebesar Rp 12 triliun dan SBR015-T4 sebesar Rp 8 triliun. Dengan mengacu pada persentase sisa kuota tersebut, penyerapan T2 diperkirakan mencapai Rp 11,59 triliun atau 96,6% dari kuota. Sementara itu, penyerapan T4 diperkirakan sekitar Rp 4,54 triliun atau 56,8% dari kuota.

Secara keseluruhan, penyerapan SBR015 berdasarkan estimasi tersebut mencapai Rp 16,13 triliun atau 80,65% dari total kuota nasional Rp 20 triliun. Artinya, penyerapan diperkirakan masih di bawah target kuota, dengan selisih sekitar Rp 3,87 triliun.

Meski demikian, estimasi berdasarkan data Bibit tersebut berbeda dengan pemesanan sementara sebesar Rp 17 triliun yang disampaikan DJPPR. Hasil final penjualan nasional, termasuk rincian masing-masing tenor, masih menunggu pengumuman pemerintah.

Kaji Buyback Saham, Cermati Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR)

Suminto bilang, keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertimbangan investor dalam membeli SBR015. Selain itu, SBR015 memiliki karakteristik kupon mengambang dengan batas minimum (floating with floor).

“Dengan karakteristik kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor), SBR015 tetap menawarkan kepastian kupon minimum, sehingga menjadi daya tarik bagi investor sesuai dengan profil dan tujuan investasinya,” ujar Suminto.

Advertisements

Also Read

Tags