KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) membukukan kenaikan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Emiten yang bergerak di bidang voucher digital ini mencatat laba bersih Rp 10,63 miliar, naik 395,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,14 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip Sabtu (24/10/2026), penjualan neto UVCR mencapai Rp 917,99 miliar hingga September 2026.
Angka tersebut meningkat 37,94% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 665,51 miliar.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan turut meningkat 37,11% menjadi Rp 873,48 miliar dari Rp 637,06 miliar. Dengan demikian, laba bruto UVCR tercatat sebesar Rp 44,50 miliar, naik 56,47% dari Rp 28,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan Trimegah Karya Pratama (UVCR) Tumbuh 44,3% pada Kuartal I-2026
Perusahaan juga mencatat perbaikan kinerja operasional. UVCR membukukan laba usaha Rp 10,36 miliar hingga September 2026, berbalik dari rugi usaha Rp 275,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi beban, beban umum dan administrasi meningkat 15,18% menjadi Rp 28,67 miliar dari Rp 24,89 miliar. Beban penjualan juga naik 42,98% menjadi Rp 5,48 miliar dari Rp 3,83 miliar.
Sementara itu, penghasilan lain-lain neto UVCR turun 6,59% menjadi Rp 3,08 miliar dari Rp 3,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban keuangan menyusut 22,15% menjadi Rp 4,34 miliar dari Rp 5,57 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan UVCR meningkat 346,84% menjadi Rp 13,44 miliar dari Rp 3,01 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto yang naik 225,71% menjadi Rp 2,81 miliar dari Rp 864,05 juta, perusahaan membukukan laba bersih Rp 10,63 miliar.
Laba Bank Besar Diproyeksi Tumbuh pada Kuartal III-2026, Ini Saham Rekomendasi Analis
Dari sisi neraca, total aset UVCR per 30 September 2026 mencapai Rp 245,77 miliar, meningkat 13,24% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 217,03 miliar.
Total liabilitas naik 18,18% menjadi Rp 134,03 miliar dari Rp 113,41 miliar, sedangkan total ekuitas meningkat 7,84% menjadi Rp 111,75 miliar dari Rp 103,62 miliar.
Perusahaan juga mencatat kenaikan persediaan sebesar 176,89% menjadi Rp 137,66 miliar per akhir September 2026, dari Rp 49,72 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, piutang lain-lain kepada pihak ketiga turun 59,05% menjadi Rp 48,33 miliar dari Rp 118,03 miliar.
Di sisi kas, kas dan bank UVCR tercatat sebesar Rp 2,37 miliar per 30 September 2026, meningkat 31,51% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 1,81 miliar.




