IHSG Pulih ke 5.000, Saatnya Incar Saham Berfundamental Kuat

Hikma Lia

BANYU POS BATAM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat anjlok hingga level 4.900 menyusul pernyataan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Advertisements

Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau Indra Novita mengatakan penurunan IHSG sebelumnya sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor karena rekomendasi MSCI menjadi salah satu acuan bagi pelaku pasar, baik global maupun domestik.

“Kekhawatiran investor pasti ada karena rekomendasi MSCI biasanya menjadi acuan bagi investor global maupun domestik,” kata Indra. 

Advertisements

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh pernyataan MSCI, tetapi juga sejumlah faktor eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta dinamika sosial dan politik.

Indra menyebut pasar saham mulai menunjukkan pemulihan dalam dua hari terakhir setelah sempat terkoreksi hingga level 4.900 dan kembali menembus level 5.000.

Menurut dia, pemulihan tersebut turut didukung oleh langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dalam mereformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor.

Di tengah pergerakan pasar yang masih berfluktuasi, Indra menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum bagi investor berpengalaman untuk mencermati saham-saham perusahaan yang memiliki fundamental kuat dan kinerja bisnis yang baik.

“Kalau investor yang sudah kawakan, sudah malang-melintang di pasar modal, justru inilah saatnya untuk bisa serok saham-saham yang berfundamental baik, artinya memiliki kinerja yang baik di perusahaannya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pemilihan saham perlu mempertimbangkan kondisi fundamental dan kinerja perusahaan, bukan semata-mata mengikuti sentimen pasar dalam jangka pendek.

Sementara itu, pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Kepri juga menunjukkan tren positif. Indra menyebut pertumbuhan investor secara year-to-date (ytd) telah melampaui 50 persen, mendekati capaian nasional yang mencapai sekitar 52 persen.

“Artinya, Kepri juga tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor sama seperti di skala nasional,” katanya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Kepri terhadap pasar modal. Namun, peningkatan partisipasi investor juga perlu diikuti oleh pemahaman mengenai risiko investasi agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara cermat di tengah dinamika pasar saham.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read