Cek rekomendasi saham MTEL, ERAA, dan LSIP untuk perdagangan Rabu (28/10)

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026). IHSG turun 106,96 poin atau 1,99% ke level 5.266,13.

Advertisements

Melansir IDX Mobile, sebanyak 647 saham ditutup melemah, hanya 101 saham menguat, sedangkan 215 saham stagnan pada perdagangan hari ini.

Di tengah tekanan pasar saham domestik, investor dapat mencermati sejumlah saham yang mulai menunjukkan peluang pemulihan secara teknikal. Namun, konfirmasi penguatan dan ketahanan harga di area support tetap menjadi perhatian sebelum mengambil keputusan investasi.

Advertisements

Berikut rekomendasi teknikal saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) untuk perdagangan Rabu (28/10/2026).

Laba United (UNTR) Anjlok 61,08% Hingga Kuartal III-2026, Ini Prospek Sahamnya

1. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

Saham MTEL masih berada dalam tren penurunan atau downtrend, meskipun mulai menunjukkan peluang rebound setelah ditutup menguat dengan dukungan volume beli. Sejumlah indikator teknikal masih perlu dicermati untuk memastikan apakah penguatan tersebut dapat berlanjut.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan bahwa pergerakan saham MTEL masih berada dalam fase downtrend. Meski demikian, munculnya volume beli saat harga menguat menjadi salah satu sinyal yang patut diperhatikan.

Herditya bilang, MACD masih berada di area negatif, tetapi stochastic mulai menyempit dan berpeluang golden cross ke area netral.

Dengan kondisi tersebut, Herditya merekomendasikan trading buy untuk saham MTEL. Area support berada di Rp 378, sedangkan resistance di Rp 402. Adapun target harga yang ditetapkan berada di kisaran Rp 410–Rp 420.

Rekomendasi: Trading Buy

Support: Rp 378

Resistance: Rp 402

Target harga: Rp 410–Rp 420

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana

Kinerja Adaro Andalan (AADI) Ditopang Harga Batubara, Cek Rekomendasi Sahamnya

2. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

Saham ERAA berpeluang melanjutkan penguatan apabila koreksi harga mampu bertahan di atas area Rp 500. Secara teknikal, fase retest yang sedang berlangsung diharapkan membentuk level terendah yang lebih tinggi atau higher low sebelum harga kembali bergerak naik.

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, bahwa saham ERAA terindikasi mulai memasuki fase retest. Dalam fase ini, pergerakan harga perlu dicermati untuk melihat apakah koreksi dapat tertahan dan membentuk pijakan bagi penguatan berikutnya.

Menurut Ivan, koreksi diharapkan tidak menembus ke bawah level Rp 500 agar saham dapat segera rebound dan memulai reli.

Rekomendasi: Buy on Weakness

Support: Rp 500–Rp 530

Resistance: Rp 605-Rp 655

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova

3. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

Saham LSIP mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah memantul dari area support garis tren atau trendline support. Kondisi teknikal juga mulai membaik seiring harga yang kembali bergerak di atas rata-rata pergerakan jangka pendek dan panjang.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan bahwa saham LSIP mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah rebound dari area trendline support. Selain itu, indikator MACD mulai mengarah pada pembentukan bullish crossover, yang mengindikasikan momentum rebound mulai membaik.

Reza merekomendasikan speculative buy selama harga saham LSIP mampu bertahan di atas area support Rp 1.440. Jika harga mampu menembus resistance Rp 1.505 dengan dukungan volume perdagangan yang kuat, peluang penguatan lanjutan menuju Rp 1.577 terbuka.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko apabila harga kembali turun di bawah area support.

Rekomendasi: Speculative Buy

Support: Rp 1.440–Rp 1.380

Resistance: Rp 1.505 dan Rp 1.577

Syarat penguatan: Menembus Rp 1.505 dengan volume kuat

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda

Laba ELSA Naik 29,4% Hingga September 2026, Kontrak Baru Jadi Katalis Positif

Advertisements

Also Read

Tags