PT Indosat Tbk dengan kode saham ISAT membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim perseroan yang dipublikasikan secara resmi, emiten telekomunikasi ini berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,92 triliun hingga kuartal ketiga tahun 2026. Capaian laba bersih tersebut mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 37,2 persen apabila dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama di tahun sebelumnya, di mana laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 3,59 triliun.
Pertumbuhan laba bersih Indosat yang cemerlang tersebut berjalan searah dengan lonjakan total pendapatan serta kenaikan laba sebelum pajak perusahaan selama kurun waktu Januari hingga September 2026. Publikasi laporan keuangan konsolidasian interim yang dirilis menunjukkan keberhasilan strategi operasional perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri telekomunikasi tanah air.
Pertumbuhan Pendapatan Usaha dan Segmen Kontributor
Dari sisi pendapatan usaha atau top line, PT Indosat Tbk mencatatkan total perolehan pendapatan mencapai Rp 45,75 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Perolehan ini menunjukkan kenaikan sebesar 11,1 persen jika disandingkan dengan total pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat berada pada angka Rp 41,16 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini didukung secara merata oleh kinerja positif pada seluruh lini bisnis utama yang dioperasikan oleh perusahaan.
Segmen selular masih menjadi penopang utama dan kontributor terbesar terhadap keseluruhan total pendapatan Indosat. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, segmen selular menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 37,85 triliun. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 9,5 persen dari posisi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 34,56 triliun. Kontribusi segmen selular ini membuktikan dominasi dan penguatan basis pelanggan layanan selular perseroan.
Selain segmen selular, segmen Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet yang dikenal sebagai segmen MIDI mencatatkan persentase pertumbuhan pendapatan tertinggi. Pendapatan dari segmen MIDI ini melonjak sebesar 20,7 persen menjadi Rp 7,24 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026. Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga September 2025, perolehan pendapatan dari segmen MIDI ini berada di level Rp 6,00 triliun. Lonjakan ini mencerminkan kuatnya kenaikan permintaan atas layanan data dan infrastruktur digital perseroan.
Kinerja positif juga dicatatkan oleh segmen telekomunikasi tetap (fixed telecommunications). Pendapatan dari lini bisnis telekomunikasi tetap ini tumbuh sebesar 8,6 persen menjadi Rp 656,18 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Nilai ini meningkat dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 603,99 miliar.
Peningkatan Profitabilitas dan Laba Per Saham
Seiring dengan ekspansi pendapatan, tingkat profitabilitas PT Indosat Tbk turut mencatatkan kenaikan. Laba sebelum pajak perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 tercatat sebesar Rp 6,46 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 36,2 persen jika dibandingkan dengan pencapaian laba sebelum pajak pada periode Januari hingga September 2025 yang tercatat sebesar Rp 4,75 triliun.
Kenaikan laba sebelum pajak ini turut mengerek laba periode berjalan perseroan. Indosat membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 5,12 triliun hingga akhir September 2026. Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 33,1 persen dibandingkan dengan laba periode berjalan pada kuartal ketiga tahun 2025 yang mencapai Rp 3,84 triliun.
Pertumbuhan kinerja keuangan yang berkesinambungan ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan imbal hasil bagi para pemegang saham. Laba per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat menjadi Rp 152,61 per lembar saham. Pencapaian ini menguji kenaikan sebesar 37,2 persen dibandingkan dengan nilai laba per saham pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat di angka Rp 111,23 per lembar saham.
Struktur Beban Operasional dan Biaya Keuangan
Sejalan dengan peningkatan volume aktivitas operasional dan ekspansi pendapatan, total beban usaha yang ditanggung oleh PT Indosat Tbk juga tercatat mengalami kenaikan di beberapa pos pengeluaran. Beban penyelenggaraan jasa perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,5 persen menjadi Rp 19,45 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, naik dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 17,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pos beban penyusutan dan amortisasi turut mencatatkan kenaikan seiring dengan investasi dan penambahan aset perusahaan. Beban penyusutan dan amortisasi Indosat bertambah sebesar 6,7 persen menjadi Rp 12,68 triliun per 30 September 2026, dari nilai sebesar Rp 11,89 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.
Lonjakan pengeluaran dengan persentase tertinggi terjadi pada pos beban karyawan. Indosat mencatatkan kenaikan beban karyawan sebesar 42,2 persen menjadi Rp 3,30 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban karyawan perseroan berada pada level Rp 2,32 triliun.
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, biaya keuangan yang dikeluarkan oleh perseroan tercatat naik sebesar 15,9 persen. Biaya keuangan meningkat menjadi Rp 3,75 triliun pada periode Januari hingga September 2026, dibandingkan dengan perolehan biaya keuangan pada periode yang sama di tahun 2025 yang sebesar Rp 3,23 triliun.
Keuntungan Pos Khusus Non-Operasional
Kinerja perolehan laba PT Indosat Tbk sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 juga ditopang oleh adanya pendapatan khusus dari transaksi tertentu. Berdasarkan catatan laporan keuangan konsolidasian interim perusahaan, Indosat membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 1,51 triliun.
Keuntungan bersih tersebut berasal dari pos transaksi yang berkaitan dengan hilangnya pengendalian atas entitas anak serta pelaksanaan transaksi sewa balik (sale and leaseback). Keuntungan dari pos ini menjadi tambahan signifikan bagi laba bersih perusahaan pada tahun 2026, di mana pada periode yang sama di tahun 2025, perseroan tidak mencatatkan adanya keuntungan dari transaksi sejenis.
Analisis Neraca, Aset, dan Posisi Likuiditas
Dari sisi posisi keuangan atau neraca (balance sheet), PT Indosat Tbk mencatatkan pertumbuhan total aset yang signifikan per 30 September 2026. Total aset perusahaan melonjak menjadi Rp 147,64 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,5 persen apabila disandingkan dengan total aset perseroan pada posisi akhir tahun 2025 yang berada di level Rp 118,63 triliun.
Peningkatan pada total aset perusahaan sebagian besar didorong oleh ekspansi nilai aset tetap. Aset tetap Indosat mengalami kenaikan sebesar 32,1 persen menjadi Rp 99,18 triliun per 30 September 2026, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 75,10 triliun.
Tingkat likuiditas PT Indosat Tbk juga memperlihatkan penguatan yang mencolok. Posisi kas dan setara kas perseroan tumbuh melesat sebesar 61,7 persen menjadi Rp 8,21 triliun pada akhir September 2026. Jumlah kas dan setara kas tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 5,08 triliun.
Pada sisi kewajiban dan permodalan, total liabilitas PT Indosat Tbk tercatat naik sebesar 35,0 persen menjadi Rp 106,85 triliun per 30 September 2026, dari posisi liabilitas sebesar Rp 79,12 triliun pada akhir tahun 2025. Di sisi lain, total ekuitas perseroan berhasil tumbuh sebesar 3,2 persen menjadi Rp 40,79 triliun pada 30 September 2026, dibandingkan dengan nilai ekuitas pada akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 39,51 triliun.




