10 saham paling boncos sepekan, VKTR, MORA, dan ENRG ambles hampir 30%

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan signifikan selama sepekan terakhir, seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham VKTR, MORA, hingga ENRG ambrol pada perdagangan akhir Oktober ini dan masuk jajaran top losers sepekan. 

Advertisements

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) menjadi saham dengan pelemahan terdalam pekan ini. Saham VKTR anjlok 30% selama sepekan, dari level Rp400 per saham pada pekan sebelumnya menjadi Rp280 per saham pada akhir perdagangan Jumat (30/10/2026).

Selanjutnya, PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) masuk dalam jajaran top losers. saham MORA turun 29,94% ke level Rp2.270 per saham, dari sebelumnya Rp3.240 per saham.

Advertisements

Saham Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) juga masuk jajaran top losers setelah terkoreksi 29,55% menjadi Rp620 per saham, dari sebelumnya Rp880 per saham.

Kemudian saham PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) melemah 29,39% ke level Rp925 per saham, dari sebelumnya Rp1.310 per saham.

Saham PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) turut mengalami tekanan dengan penurunan 29,28% menjadi Rp256 per saham, dari sebelumnya Rp362 per saham.

Selanjutnya, saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk. (ASPI) terkoreksi 29,15% ke level Rp705 per saham, dari sebelumnya Rp995 per saham. Saham PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) juga masuk daftar top losers setelah melemah 28,70% menjadi Rp77 per saham, dari sebelumnya Rp108 per saham.

Kemudian saham PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) turun 28,35% ke level Rp91 per saham, dari sebelumnya Rp127 per saham.

Saham PT Saranacentral Bajatama Tbk. (BAJA) selanjutnya terkoreksi 28,30% menjadi Rp152 per saham, dari sebelumnya Rp212 per saham.

Adapun saham PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) melengkapi jajaran 10 besar top losers dengan penurunan 28,14% ke level Rp120 per saham, dari sebelumnya Rp167 per saham.

Pelemahan saham-saham tersebut terjadi di tengah tekanan besar terhadap pasar saham domestik. Sepanjang periode 26–30 Oktober 2026, IHSG terkoreksi 7,03% dan ditutup pada level 5.057,05, dibandingkan posisi 5.439,25 pada penutupan pekan sebelumnya.

Sejalan dengan pelemahan indeks, aktivitas perdagangan saham di BEI juga mengalami penurunan. Rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi 29,49% menjadi Rp14,339 triliun dari Rp20,34 triliun pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan 7,52% menjadi Rp8.862 triliun, dibandingkan Rp9.583 triliun pada pekan sebelumnya.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read