BANYU POS JAKARTA. Laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tercatat turun kala pendapatannya naik sepanjang Januari-September 2026.
PWON membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,21 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, meningkat 2% dibandingkan Rp 5,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja PWON ditopang oleh pertumbuhan recurring revenue yang mencapai Rp 4,44 triliun, meningkat 8% dibandingkan Rp 4,1 triliun secara tahunan alias year on year (YoY).
Recurring revenue juga berkontribusi 85% terhadap total pendapatan bersih, meningkat dari 80% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rugi Bersih Kimia Farma (KAEF) Susut 94,49%, Laba Usaha Melonjak 129%
“Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan yaitu dari kegiatan operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya,” kata Minarto Basuki, Director and Corporate Secretary PWON dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Secara rinci, recurring revenue tersebut terdiri atas pendapatan retail mal sebesar Rp 3,12 triliun, naik 7% YoY, pendapatan office leasing sebesar Rp 187 miliar turun 11% YoY, dan pendapatan hospitality sebesar Rp 1,13 triliun, naik 17% YoY.
Berdasarkan revenue per segment terbagi atas revenue dari retail leasing sebesar 60%, hotel dan serviced apartment 22%, office leasing 4%, condominium sales 9%, landed houses sales 5% dan office sales 1%.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto PWON meningkat 4% menjadi Rp 2,96 triliun, dibandingkan Rp 2,84 triliun per kuartal III 2025.
EBITDA juga tumbuh 4% menjadi Rp 2,86 triliun dari Rp 2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan EBITDA ini mencerminkan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan komposisi pendapatan,” tuturnya.
Sayangnya, laba bersih tercatat Rp 1,33 triliun sepanjang kuartal III 2026, turun 23,89% YoY.
Ini lantaran ada pos kerugian lain-lain sebesar Rp 327,69 miliar sepanjang kuartal III 2026.
“Dengan portofolio pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan hunian yang saling melengkapi, PWON berupaya memperkuat pertumbuhan recurring revenue sekaligus menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Minarto bilang, PWON mencatatkan marketing sales periode sembilan bulan 2026 sebesar Rp 811 miliar, turun 10% YoY.
Perusahaan mencatat sekitar 49% dari total marketing sales berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023.
“Komposisi penjualan periode sembilan bulan 2026 terdiri dari condominium dan office sebesar 69% serta landed houses 31%,” katanya.
Selain itu, pengeluaran belanja modal periode sembilan bulan 2026 yang telah dikucurkan oleh PWON sebesar Rp 780 miliar.
“Ini digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5, Superblock Pakuwon Mall Bekasi dan Kota Kasablanka tahap 4,” ungkapnya.
Rupiah Berpotensi Uji Rp 18.250 di Awal Pekan, Simak Sentimennya




