Eagle High (BWPT) tebar dividen interim setelah kuasi reorganisasi, cek jadwalnya

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp31,12 miliar atau Rp1 per saham, seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan hingga September 2026, serta rampungnya aksi kuasi reorganisasi.

Advertisements

Keputusan pembagian dividen tersebut ditetapkan melalui keputusan direksi pada 30 Oktober 2026 dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada tanggal yang sama. Total dividen interim yang akan dibagikan mencapai Rp31.122.368.200.

Berdasarkan jadwal yang diumumkan perseroan, tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 10 November 2026, sedangkan ex dividen pada 11 November 2026. Adapun cum dividen di pasar tunai jatuh pada 12 November 2026 dan ex dividen pada 13 November 2026.

Advertisements

“Pemegang saham yang berhak menerima dividen interim merupakan investor yang tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 12 November 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026,” jelas manajemen BWPT dalam keterbukaan informasi, Senin (2/11/2026).

Jadwal Pembagian Dividen Interim BWPT

– Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 10 November 2026

– Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 11 November 2026

– Cum dividen pasar tunai: 12 November 2026

– Ex dividen pasar tunai: 13 November 2026

– Recording date: 12 November 2026

– Pembayaran dividen: 25 November 2026

Kinerja BWPT

Pembagian dividen interim tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan BWPT sepanjang 9 bulan 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,38 triliun, meningkat 28,34% dibandingkan dengan Rp4,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut terutama ditopang oleh penjualan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang mencapai Rp4,71 triliun, naik dari Rp3,67 triliun. Sementara itu, pendapatan dari inti kernel meningkat menjadi Rp653,22 miliar dari Rp480,51 miliar.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, BWPT mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,37 triliun, meningkat dibandingkan dengan Rp1,15 triliun pada 9 bulan 2025.

: Strategi Emiten CPO Eagle High (BWPT) Hadapi El Nino hingga Karhutla

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 33,86% menjadi Rp363,36 miliar, dari sebelumnya Rp271,44 miliar.

Sebagai informasi, PT Eagle High Plantations Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan produksi tandan buah segar (TBS), serta mengoperasikan pabrik kelapa sawit yang menghasilkan CPO dan inti sawit (PK).

Kegiatan operasional BWPT tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua dengan total luas lahan perkebunan mencapai sekitar 84.000 hektare. Perseroan juga memiliki total kapasitas pabrik kelapa sawit sebesar 2,4 juta ton TBS per tahun.

Dalam aspek keberlanjutan, BWPT menyatakan komitmennya melalui sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada keseluruhan produksi CPO perseroan.

Kuasi Reorganisasi

Sebelumnya, manajemen BWPT menargetkan pembagian dividen kepada pemegang saham seiring dengan pertumbuhan kinerja perseroan dan rampungnya kuasi reorganisasi.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) BWPT Choong Kam Loong mengatakan perseroan tengah mengkaji pembagian dividen interim pada tahun ini, sementara dividen final akan dipertimbangkan berdasarkan kinerja keuangan tahun berjalan.

“Itu target kita bikin kuasi, pemegang saham setujui. Sudah jelas bahwa pemegang saham selain capital gain juga dividen. Tahun ini sedang mengkaji dividen interim sementara menunggu [dividen] finalnya tahun depan atas tahun buku 2026,” kata Kam Loong dalam Paparan Publik, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pembagian dividen menjadi salah satu target perseroan untuk memberikan manfaat kepada pemegang saham. Dia menyebut pemegang saham tidak hanya diharapkan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham, tetapi juga dari pembagian dividen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026, salah satu agenda yang disetujui ialah pelaksanaan kuasi reorganisasi.

Berdasarkan komposisi pemegang saham, PT Rajawali Capital Internasional menjadi pemegang saham terbesar PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) dengan kepemilikan 11,88 miliar saham atau setara 37,7%. Posisi berikutnya ditempati FIC Properties SDN BHD yang menguasai 11,66 miliar saham atau 37% dari total saham perseroan.

Sementara itu, kepemilikan masyarakat nonwarkat tercatat sebanyak 7,55 miliar saham atau 23,98%. BWPT juga memiliki saham treasury sebanyak 402,92 juta saham atau setara 1,28%. Adapun kepemilikan masyarakat warkat tercatat nihil.

Dari jajaran direksi, Yeoh Lean Khai tercatat memiliki 2,68 juta saham atau 0,01%, Choong Kam Loong sebanyak 50.000 saham, serta Henderi Djunaidi sebanyak 10 juta saham atau 0,03%.

Advertisements

Also Read