Rupiah menguat tipis pagi ini, bagaimana pergerakan mata uang Asia lainnya?

Hikma Lia

BANYU POS  Nilai tukar mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (4/11/2026).

Advertisements

Won Korea Selatan mencatatkan penguatan terbesar di antara sejumlah mata uang Asia, sementara dolar Taiwan justru mengalami pelemahan.

Berdasarkan data Reuters pukul 02.04 GMT, won Korea Selatan menguat 0,52% ke level 1.337,60 per dollar AS, dari posisi sebelumnya 1.344,57 per dollar AS. Yen Jepang juga menguat 0,58% ke level 157,74 per dollar AS.

Advertisements

IHSG Dibuka Turun ke 4.884, Top Losers LQ45: BRPT, MDKA, INDY, Rabu (4/11)

Penguatan turut dialami dolar Singapura sebesar 0,13% ke level 1,280, baht Thailand sebesar 0,17% ke 33,713, peso Filipina sebesar 0,04% ke 63,426, serta ringgit Malaysia sebesar 0,17% ke 4,068 per dollar AS.

Rupiah juga bergerak menguat 0,19% ke level Rp 18.100 per dollar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 18.135 per dollar AS.

Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,26% ke level 32,845 per dollar AS. Yuan China juga terkoreksi 0,08% ke level 6,677 per dollar AS. Sementara itu, rupee India stagnan di posisi 94,740 per dollar AS.

Pergerakan Mata Uang Asia Sepanjang 2026

Meski rupiah mencatatkan penguatan harian, mata uang Indonesia masih menjadi salah satu yang berkinerja paling lemah di kawasan sepanjang 2026.

Sejak awal tahun hingga 4 November 2026, rupiah telah melemah 7,90% terhadap dollar AS. Pelemahan rupiah lebih dalam dibandingkan peso Filipina yang terkoreksi 7,29%, baht Thailand 6,71%, dan rupee India 5,14%.

Rupiah Spot Dibuka Menguat 0,25% ke Rp 18.115 per Dolar AS pada Rabu (4/11) Pagi

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar sepanjang tahun berjalan, yakni mencapai 7,69%. Yuan China juga menguat 4,65% dan dolar Singapura naik 0,47%.

Adapun yen Jepang melemah 0,69%, sementara ringgit Malaysia terkoreksi 0,29% terhadap dollar AS sejak akhir 2025. Dolar Taiwan mencatatkan pelemahan 4,28%.

Pergerakan tersebut menunjukkan kinerja mata uang Asia yang masih terdivergensi terhadap dollar AS, dengan won Korea Selatan dan yuan China mencatatkan penguatan signifikan, sedangkan rupiah masih menghadapi tekanan sepanjang tahun berjalan.

Advertisements

Also Read

Tags