IHSG Diprediksi Melemah, Cek 4 Saham Rekomendasi MNC Sekuritas

Hikma Lia

BANYU POS – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan masih berada dalam tekanan dan berpotensi kembali mengalami pelemahan pada sesi perdagangan Rabu (4/11). Proyeksi ini mengemuka setelah pada penutupan perdagangan sesi sebelumnya, yakni Selasa (3/11), IHSG tercatat mengalami koreksi yang cukup signifikan sebesar 3,78 persen dan terlempar ke posisi 4.904.

Advertisements

Berdasarkan hasil analisis teknikal dari tim riset MNC Sekuritas, pergerakan indeks saham domestik saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v]. Berdasarkan perhitungan gelombang Elliott tersebut, MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pergerakan IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan proses koreksinya. Adapun rentang area koreksi berikutnya yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar berada pada rentang level 4.763 hingga 4.845.

Meskipun tekanan koreksi masih membayangi laju indeks, MNC Sekuritas juga menggarisbawahi adanya potensi pergerakan pembalikan arah minor atau technical rebound. Peluang penguatan jangka pendek ini diperkirakan dapat menguji rentang area 4.908 hingga 4.914 sebelum indeks menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Advertisements

Dalam memetakan batas-batas pergerakan harga, posisi support IHSG saat ini teridentifikasi berada di rentang 4.847 hingga 4.763. Batas support ini menjadi area krusial untuk menahan tekanan jual lebih lanjut. Di sisi lain, apabila IHSG mampu keluar dari tekanan dan melakukan reli penguatan, tingkat resistance terdekat hingga terkuat diproyeksikan berada pada rentang level 5.143 hingga 5.240.

Dinamika Pasar Modal dan Perhatian Indikator Utama

Kondisi pelemahan yang dialami oleh IHSG belakangan ini terjadi di tengah performa pasar yang sempat mengalami tekanan hebat. Pada periode sebelumnya, pasar saham domestik mencatatkan penurunan signifikan di mana IHSG tercatat anjlok hingga 16,7 persen pada Oktober 2026. Tekanan hebat ini juga tecermin dari pergerakan mingguan di mana IHSG tercatat ambruk sebesar 7,03 persen dalam kurun waktu sepekan, yang mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia menyusut hingga Rp 721 triliun.

Kendati pasar saham domestik mengalami volatilitas tinggi dan penurunan kapitalisasi yang tidak sedikit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakinkan publik dan pelaku pasar serta menegaskan bahwa indikator utama pasar modal Indonesia pada dasarnya masih berada dalam kondisi yang baik. Penilaian dari OJK ini memberikan gambaran bahwa fondasi pasar modal nasional tetap memiliki daya tahan di tengah gejolak serta penyesuaian teknis yang sedang berlangsung di bursa.

Meskipun terdapat bayangan potensi IHSG yang berpotensi lanjut melemah dan adanya level-level kritis yang perlu dicermati oleh para analis serta pelaku pasar, pergerakan indeks tetap menawarkan peluang koreksi bagi para investor yang menerapkan strategi investasi secara cermat, terukur, dan disiplin.

Rekomendasi Empat Saham Pilihan MNC Sekuritas

Di tengah kondisi pergerakan IHSG yang dipenuhi ketidakpastian dan potensi koreksi lanjutan, MNC Sekuritas merilis daftar rekomendasi empat saham yang dinilai memiliki struktur teknikal menarik untuk dicermati oleh para investor pada perdagangan Rabu (4/11). Keempat emiten pilihan tersebut meliputi PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Untuk seluruh saham yang masuk dalam daftar rekomendasi tersebut, MNC Sekuritas menyarankan investor untuk menerapkan strategi Buy on Weakness. Strategi ini dirancang untuk memanfaatkan momen koreksi harga guna melakukan akumulasi pembelian pada area harga yang dinilai relatif aman dan memiliki potensi pembalikan arah yang menguntungkan.

1. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

Saham emiten kontraktor pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), menjadi salah satu saham yang direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Pada perdagangan sesi sebelumnya, saham DEWA mengalami koreksi sebesar 6,72 persen dan ditutup pada level harga 222. Penurunan harga saham DEWA tersebut tercatat disertai dengan adanya tekanan jual dari para pelaku pasar.

Secara analisis teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan bahwa posisi harga saham DEWA saat ini sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C). Struktur ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan, terdapat potensi pembentukan pola gelombang penguatan baru setelah fase koreksi mereda.

Bagi investor yang berminat mengoleksi saham ini, MNC Sekuritas merekomendasikan area koreksi pada kisaran level 180 hingga 200 sebagai zona ideal untuk melakukan strategi Buy on Weakness. Sementara itu, target harga (target price) yang dapat diincar untuk saham DEWA dipatok pada level 254 serta target selanjutnya di level 276. Guna mengantisipasi risiko penurunan harga yang lebih dalam, investor disarankan untuk menetapkan batas penahanan risiko atau stop loss apabila harga terkoreksi hingga di bawah level 169.

2. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Saham selanjutnya yang masuk ke dalam radar analisis MNC Sekuritas adalah emiten produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Saham HMSP juga direkomendasikan dengan menggunakan pendekatan strategi Buy on Weakness. Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, saham HMSP mengalami penurunan sebesar 3,08 persen ke level harga 630.

Koreksi yang terjadi pada saham HMSP menunjukkan bahwa tekanan jual masih dominan dalam mempengaruhi pergerakan harganya, yang juga ditandai dengan adanya peningkatan volume penjualan. Berdasarkan perhitungan gelombang teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan posisi saham HMSP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave A.

Investor yang berniat memanfaatkan momentum koreksi pada saham HMSP disarankan untuk melakukan akumulasi pembelian atau Buy on Weakness pada kisaran rentang harga 595 hingga 625. Apabila saham HMSP berhasil bangkit dan melakukan pembalikan arah, target kenaikan harga yang dituju berada pada level 650 dan sasaran berikutnya di level 680. Namun demikian, disiplin manajemen risiko tetap perlu diterapkan dengan memasang batas stop loss jika pergerakan harga menembus ke bawah level 580.

3. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

Emiten industri kertas dan bubur kertas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), turut menjadi saham pilihan yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas dengan strategi Buy on Weakness. Pada sesi perdagangan terdahulu, saham INKP tercatat mengalami pelemahan sebesar 6,49 persen dan tertahan di posisi harga 6.125 dengan disertai tekanan jual.

Dari kacamata teknikal gelombang Elliott, MNC Sekuritas menganalisis bahwa posisi saham INKP saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b] pada label hitam, atau alternatifnya berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Pola gelombang ini mengindikasikan bahwa harga saham INKP mendekati area jenuh jual dan menyimpan potensi pergerakan naik yang cukup besar.

Berdasarkan proyeksi tersebut, para investor dapat mempertimbangkan area masuk (entry point) dengan strategi Buy on Weakness pada rentang harga 5.850 hingga 6.125. Saham INKP diproyeksikan memiliki potensi penguatan dengan target harga bertahap di level 6.525 dan target lebih tinggi di posisi 7.275. Investor diingatkan untuk selalu memperhatikan proteksi modal dengan memasang level stop loss secara disiplin apabila harga jatuh di bawah level 5.700.

4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Saham terakhir yang direkomendasikan dalam riset MNC Sekuritas adalah emiten di sektor pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sama halnya dengan tiga saham sebelumnya, saham MDKA direkomendasikan bagi investor dengan menerapkan pendekatan strategi Buy on Weakness. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, harga saham MDKA tergerus sebesar 6,35 persen menuju level 1.845 yang juga diiringi oleh adanya tekanan jual.

Menurut analisis MNC Sekuritas, pergerakan posisi saham MDKA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c]. Kondisi ini menandakan bahwa pergerakan harga saham MDKA sedang menyelesaikan tahapan gelombang koreksinya sebelum membuka peluang terjadinya rebound secara teknikal.

Untuk mengoptimalkan peluang pada saham MDKA, investor disarankan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan strategi Buy on Weakness pada area rentang harga 1.665 hingga 1.805. Apabila saham ini mampu berbalik menguat, proyeksi target harga yang dapat dicapai berada pada level 1.915 dan target selanjutnya di posisi 2.070. Sebagai langkah manajemen risiko yang terukur, penetapan batas stop loss perlu ditempatkan secara cermat di bawah level 1.620.

Advertisements

Also Read

Tags