BANYU POS – – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin dimanfaatkan untuk membantu investor memahami pasar modal. Tidak hanya menjawab pertanyaan seputar saham, teknologi ini juga mampu menganalisis portofolio pengguna hingga memberikan gambaran mengenai risiko investasi.
Salah satu layanan yang mengembangkan kemampuan tersebut adalah Tuntun AI milik PT Tuntun Sekuritas Indonesia. Dengan persetujuan pengguna, AI tersebut dapat mengakses informasi portofolio untuk menghasilkan analisis yang lebih sesuai dengan saham yang dimiliki investor.
Melalui fitur tersebut, pengguna bisa menanyakan berbagai hal, mulai dari faktor yang memengaruhi pergerakan saham hingga potensi risiko dari kepemilikannya. Investor juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan dalam percakapan yang sama tanpa harus mengulang konteks dari awal.
Jawaban yang diberikan Tuntun AI bersumber dari data pasar secara real-time dan riset internal perusahaan. Dengan demikian, investor dapat menggali informasi mengenai emiten, sektor, valuasi, hingga kondisi pasar melalui percakapan menggunakan bahasa sehari-hari.
Tuntun AI juga menghadirkan menu Consult yang memungkinkan pengguna berdiskusi dengan tiga agen AI berbeda, yakni Kevin, Mia, dan Luna. Masing-masing dapat menemani pengguna membahas dampak berita terhadap emiten, perkembangan sektor, hingga kinerja teknikal saham.
Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia Ricki Juliandi mengatakan teknologi tersebut dikembangkan agar investor dapat memahami berbagai aspek investasi melalui percakapan yang berkelanjutan.
“Kami ingin investor bisa bertanya apa saja soal saham dan portofolionya, lalu terus bertanya sampai benar-benar paham, dengan jawaban yang bersumber dari data real-time dan riset kami. Dalam tujuh bulan sejak diluncurkan pada April 2026, kami melihat investor memakai Tuntun AI bukan untuk mencari jawaban instan, tetapi untuk memahami alasan di balik pergerakan pasar. Keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan investor, sesuai pemahaman dan profil risikonya masing-masing,” ujar Ricki dalam keterangannya, Rabu (4/11).
Sejak diperkenalkan pada April 2026, Tuntun AI telah menjawab lebih dari 150.000 pertanyaan dan menghasilkan lebih dari 3 juta analisis. Berdasarkan data internal perusahaan, teknologi tersebut membantu pengguna memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat dibandingkan metode analisis konvensional.
Layanan ini dapat diakses oleh lebih dari 300.000 pengguna aplikasi Tuntun tanpa biaya tambahan. Investor juga tidak harus memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) karena Tuntun AI sudah bisa digunakan melalui Akun Basic.
Meski menawarkan kemudahan dalam mengolah informasi pasar, AI tersebut tetap ditempatkan sebagai alat bantu analisis. Pengguna tetap bertanggung jawab menentukan keputusan investasi berdasarkan pemahaman dan profil risiko masing-masing.
Tuntun AI tersedia melalui aplikasi Tuntun di App Store dan Google Play. Layanan tersebut juga direncanakan hadir di platform desktop.




