BANYU POS – , SAMARINDA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur mendorong perluasan akses pasar dan pembiayaan UMKM melalui Mahakarya Etam Festival (MEF) 2026. Ajang ini menghadirkan lebih dari 100 UMKM serta temu bisnis BIMA ETAM untuk membuka peluang kemitraan usaha.
Festival yang berlangsung di Atrium Big Mall Samarinda pada 6–8 November 2026 tersebut menampilkan produk unggulan wastra, kriya, serta makanan dan minuman olahan khas Kalimantan Timur.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan bahwa MEF 2026 menjadi wadah untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, memperluas kemitraan usaha, serta mendekatkan edukasi rupiah dan pembayaran digital kepada masyarakat.
“Gelaran ini juga menghadirkan gelar wicara wastra serta temu bisnis BIMA ETAM untuk membuka peluang kemitraan dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Jajang Hermawan, Jumat (6/11/2026).
Penguatan akses pasar dan permodalan menjadi bagian dari pengembangan UMKM di Kaltim. Berdasarkan bahan awal pemberitaan, rata-rata omzet 50 UMKM binaan yang mengikuti program BI Kaltim tercatat meningkat 37,98%.
Dalam pengembangan pasar ekspor, sebanyak 16 UMKM peserta program Kaltimpreneurs mencatatkan kesepakatan atau nota kesepahaman senilai Rp15,1 miliar dalam Trade Expo Indonesia di Jakarta. Nilai kesepakatan tersebut meningkat hampir 300% dibandingkan dengan 2025.
Sementara itu, sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan mencatat penyaluran kredit senilai Rp30,49 miliar kepada 573 UMKM.
Anggota Dewan Gubernur BI Solikin M. Juhro yang hadir secara daring dalam pembukaan MEF 2026 menekankan pentingnya sinergi untuk mengembangkan potensi daerah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin beragam.
Melalui pesan “SAMARINDA”—Satukan Langkah, Majukan Usaha, serta Rupiah, Inklusi, dan Digitalisasi yang Aman—BI mengajak berbagai pihak memperkuat daya saing UMKM melalui peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi.
“Keberhasilan MEF diharapkan tercermin pada manfaat yang berkelanjutan, berupa usaha yang berkembang, kemitraan yang berjalan, dan masyarakat yang semakin berdaya,” tuturnya.
MEF 2026 melanjutkan gelaran Kaltim Paradise of the East pada tahun sebelumnya. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema penguatan sinergi dan integrasi kebijakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan.
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Siti Farisyah Yana, yang mewakili Gubernur Kaltim, mengapresiasi kerja sama BI, pemerintah daerah, dan mitra dalam pengembangan UMKM.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Kaltim.
Selain penguatan usaha, festival ini juga menghadirkan agenda literasi keuangan dan digitalisasi pembayaran. Hingga September 2026, transaksi QRIS di Kaltim tercatat mencapai 236 juta transaksi dengan nilai Rp21,98 triliun dan sekitar 1 juta pengguna.
Edukasi kepada masyarakat dihadirkan melalui pameran Museum Bank Indonesia, kegiatan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta penukaran uang koin dalam rangkaian SummerFest atau Sekolah Unggul Membangun Makna Edukasi Rupiah.
Rangkaian festival akan berlanjut melalui MEF–QRISPerience pada 13–15 November 2026. Agenda tersebut diarahkan untuk mengenalkan kemudahan pembayaran digital sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelindungan konsumen, keamanan data pribadi, dan risiko transaksi digital.




