Azko (ACES) geser ekspansi gerai ke tahun depan, bagaimana prospek sahamnya?

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) berpeluang mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2026. Ekspansi jaringan gerai AZKO dan NEKA, serta momentum peningkatan konsumsi masyarakat pada akhir tahun, menjadi katalis pertumbuhan emiten ritel tersebut.

Advertisements

Untuk diketahui, ACES menargetkan pembukaan 25-30 gerai AZKO dan 40-50 gerai NEKA sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, perseroan telah membuka 15 gerai AZKO dan 16 gerai NEKA. 

Artinya, ACES masih perlu membuka sekitar 6-11 gerai AZKO dan 19-29 gerai NEKA untuk mencapai target ekspansi tahun ini. Tim Riset KISI Sekuritas menilai target tersebut cukup menantang untuk direalisasikan hingga akhir 2026. 

Advertisements

Fitch Beri Rating BBB untuk Sukuk RI, Tapi Outlook Kredit Masih Negatif

Terlebih, realisasi belanja modal alias capital expenditure (capex) mencapai Rp 144,8 miliar pada 9M26. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 32%-36% dari anggaran capex tahun ini yang Rp 400 miliar-Rp 450 miliar. Dengan realisasi tersebut, sebagian ekspansi ACES berpotensi bergeser ke 2027.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, strategi ekspansi gerai ACES berpotensi memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan perseroan. Pembukaan toko baru juga dapat memperkuat jangkauan distribusi dan mendekatkan produk kepada konsumen.

Selain itu, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang lebih besar pada semester II-2026 diharapkan mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penjualan. Namun, efektivitas ekspansi tersebut tetap bergantung pada produktivitas masing-masing gerai.

“Momentum Hari Belanja Nasional (Harbolnas), Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta potensi peningkatan konsumsi rumah tangga pada akhir tahun juga dapat menjadi katalis tambahan,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (7/11/2026).

Kinerja ACES hingga kuartal III-2026 juga menunjukkan perkembangan positif. ACES membukukan penjualan bersih sebesar Rp 6,9 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (YoY). Sementara itu, laba bersih meningkat 25,7% YoY menjadi Rp 604,7 miliar.

Dari sisi operasional, same-store sales growth (SSSG) ACES hingga September 2026 mencapai 2,4% YoY, masih berada dalam target tahunan perseroan sebesar 2%-4%.

Menurut Nafan, selain ekspansi toko, ACES masih memiliki sejumlah katalis positif lain. Salah satunya adalah penguatan strategi omnichannel melalui integrasi gerai fisik dengan platform digital ruparupa.

Transaksi Harian di BEI Anjlok 23%, Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp 98 Triliun

Pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), personalisasi rekomendasi produk, serta program loyalitas pelanggan juga berpotensi meningkatkan efektivitas pemasaran dan frekuensi transaksi. Pengembangan kategori produk smart home dan smart kitchen turut membuka peluang untuk memperluas sumber pendapatan perseroan.

Di sisi lain, Nafan mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati investor. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, perubahan pola konsumsi rumah tangga, serta persaingan industri ritel yang semakin ketat dapat menjadi tantangan bagi kinerja ACES.

Pelemahan nilai tukar rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya pengadaan produk, terutama apabila perseroan masih memiliki ketergantungan terhadap barang impor. Karena itu, pengendalian biaya operasional dan pengelolaan persediaan menjadi penting untuk menjaga margin keuntungan.

Memasuki 2027, strategi pertumbuhan ACES diperkirakan masih bertumpu pada ekspansi organik, optimalisasi produktivitas gerai, penguatan portofolio merek, serta akselerasi transformasi digital.

Dari sisi rekomendasi saham, Nafan menyarankan investor untuk add saham ACES. Ia menetapkan target harga di level Rp 416 per saham.

Advertisements

Also Read

Tags